BONTANG,Swarakaltim.com – Pemerintah Kota Bontang bersama DPRD Kota Bontang menyepakati Perubahan APBD (APBD-P) 2026 sebesar Rp1,9 triliun. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penyesuaian program dan kegiatan pemerintah daerah hingga akhir tahun anggaran.
Kesepakatan itu dituangkan melalui Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (P-KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Bontang, Sabtu (15/8/2026).
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, nilai APBD Perubahan 2026 mengalami penurunan sekitar Rp118 miliar dari asumsi sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak pada penyesuaian alokasi sejumlah kegiatan hingga akhir tahun.
“Di belanja modal atau infrastruktur beberapa kegiatan harus dipangkas karena kondisi keuangan daerah juga tidak mampu membiayai. Sementara untuk belanja gaji pegawai serta TPP tetap dipertahankan,” ucap Neni.
Dalam struktur belanja, belanja operasi dialokasikan sekitar Rp1,5 triliun. Anggaran tersebut dipertahankan untuk memastikan kebutuhan dasar pemerintahan tetap berjalan, termasuk pembayaran gaji pegawai, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta pelayanan dasar masyarakat.
Sementara itu, belanja modal dialokasikan sebesar Rp445 miliar. Angka tersebut turun sekitar Rp92 miliar dibandingkan dengan APBD semester I 2026.
Neni menegaskan, penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta menjalankan program berdasarkan hasil evaluasi dan penyesuaian anggaran yang telah disepakati bersama.
Ia juga meminta OPD memperkuat efisiensi dengan mencoret kegiatan yang dinilai tidak prioritas, terutama kegiatan yang bersifat seremonial. Pengeluaran untuk perjalanan dinas juga diminta kembali ditekan.
“Memang persentasenya berbeda-beda. Tapi semua sudah dilakukan dan disepakati,” tuturnya.
Di sisi lain, Neni mengungkapkan kondisi fiskal daerah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada 2027. Berdasarkan proyeksi yang telah diparipurnakan, APBD Bontang 2027 hanya berada di kisaran Rp1,5 triliun.
“Tahun depan turun lagi drastis karena ada pengurangan dana transfer,” pungkasnya.(Adv/rzky)