Foto: Wali Kota Bontang Neni Moernaeni.
BONTANG, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengimbau masyarakat untuk bijak dan menghemat penggunaan air bersih menyusul kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air baku Perumdam Tirta Taman.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberikan dampak terhadap produksi air bersih, khususnya pasokan yang bersumber dari air bawah tanah.
Menurutnya, produksi air bawah tanah saat ini mengalami penurunan cukup signifikan, bahkan mencapai sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal.
“Produksi air kita dari bawah tanah berkurang sekitar 50 persen. Ini karena kondisi kemarau yang cukup panjang,” kata Neni.
Penurunan produksi tersebut membuat Perumdam Tirta Taman harus melakukan penyesuaian dalam pelayanan distribusi air kepada pelanggan. Salah satunya melalui penerapan sistem distribusi secara bergiliran, menyesuaikan dengan ketersediaan air yang ada.
Kondisi ini turut berdampak terhadap sekitar 25 ribu pelanggan Perumdam Tirta Taman yang harus menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.
Karena itu, Neni mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara bijak dan mengurangi pemakaian yang tidak diperlukan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk hemat air. Kondisi sekarang memang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Menurut Neni, penghematan air menjadi langkah penting untuk menjaga agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama kemarau masih berlangsung.
Pemkot Bontang bersama Perumdam Tirta Taman, lanjutnya, terus berupaya mempertahankan pelayanan distribusi air kepada masyarakat dengan menyesuaikan pola distribusi terhadap kondisi produksi yang tersedia.
Neni berharap kondisi kemarau panjang segera berakhir sehingga sumber-sumber air kembali normal dan pelayanan distribusi kepada pelanggan dapat kembali berjalan seperti biasa.
“Semoga kemarau dapat segera berakhir sehingga ketersediaan sumber air kembali normal dan pelayanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan seperti biasa,” pungkasnya.(Asv/rzky)