Gali Potensi Promosi Wisata Daerah, Dispar Kaltim Gelar Workshop Penulisan Kreatif

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Workshop Penulisan Kreatif di Temindung Creative Hub Samarinda, Rabu (7/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (8/10/2026) ini bertujuan melahirkan penulis-penulis berbakat yang mampu mengangkat potensi destinasi wisata lokal melalui karya tulisan yang menarik dan inovatif.

Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari kabupaten/kota di Kaltim dengan menghadirkan tiga orang narasumber ahli, yaitu Founder Rumah Seni Nirmana, Sophie Razak, Sejarawan, Editor, Libertarian, Muhammad Sarip dan Penulis juga Sastrawan, Inni Indarputri. Karya-karya peserta terpilih nantinya akan dikurasi untuk dipublikasikan sebagai media promosi pariwisata daerah.

“Kita ingin menghasilkan penulis-penulis yang kreatif di sektor pariwisata supaya mereka bisa mengangkat potensi-potensi Kaltim di sektor pariwisata. Sehingga masyarakat mau membaca dan akhirnya mau datang ke objek wisata ini,” ujar Muhammad Faisal, Rabu (7/10/2026).

Faisal menegaskan bahwa kunci utama seorang penulis kreatif terletak pada konsistensi dalam berkarya secara berkesinambungan.

“Penulis yang baik bukan hanya bisa menghasilkan satu karya yang luar biasa, tapi penulis yang baik adalah yang bisa konsisten menulis dengan baik dan kreatif secara kesinambungan. Kita harapkan mereka bisa jadi penulis yang aktif dan inovatif, sehingga orang tertarik membaca dan akhirnya mau datang ke Kaltim,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf Dispar Kaltim, Dahlia, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan teknik penulisan naratif (storytelling) yang berfokus pada konten pariwisata, kuliner, sejarah, dan kebudayaan daerah.

“Tujuannya meningkatkan kemampuan mereka membuat tulisan yang lebih kreatif, terutama fokus ke pariwisata dan ekonomi kreatif. Jadi tidak hanya menulis berita umum atau politik, tapi lebih bercerita tentang destinasi wisata dan ekonomi kreatif di Kaltim,” jelas Dahlia.

Dahlia menambahkan, peserta tidak hanya datang dari kalangan jurnalis umum, tetapi juga merangkul pelajar, mahasiswa, dan pegiat literasi dari berbagai daerah, termasuk perwakilan paling jauh dari Kabupaten Kutai Barat.

“Banyak dari pelajar yang sebenarnya sudah punya bakat menulis. Di sini kemampuan mereka lebih diasah lagi, terutama agar tulisan mereka bisa menjadi sebuah cerita atau storytelling yang menjual,” pungkas Dahlia.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024