Pensiun Bawa Mobdin No, Bawa Kerupuk Yes!

Purnatugas Pejabat Diskominfo Samarinda, Dilepas dengan Haru

SAMARINDA, Swarakaltim.com — Pensiun bahagia, dilepas dengan penuh kehangatan dan haru. Begitulah suasana yang mengiringi berakhirnya masa pengabdian Syamsul Anwar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tepat pada 1 November 2026.

Setelah mengabdi selama 38 tahun 7 bulan sebagai ASN, termasuk delapan tahun terakhir di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Syamsul resmi memasuki masa purnatugas. Selama bertugas di Diskominfo, ia pernah dipercaya menjabat Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) serta Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Namun, perpisahan kali ini bukan sekadar melepas seorang pejabat yang mengakhiri masa tugasnya. Ada banyak kenangan, cerita, canda, dan kebiasaan sederhana yang membuat sosok Syamsul begitu dekat dengan rekan-rekan kerjanya.

Salah satu yang mengundang perhatian adalah guyonan yang ramai dibagikan melalui grup internal Diskominfo Samarinda: “Pensiun bawa mobil dinas (mobdin) no, bawa kerupuk yes!”

Ungkapan jenaka tersebut menyertai foto Syamsul yang tampak memegang dua bungkus kerupuk mihun, dengan dua tampah mihun tersaji di hadapannya.

Foto itu memang bukan diambil saat acara pelepasan purnatugas. Melainkan ketika Syamsul mentraktir rekan-rekan di ruangan maupun pegawai di lingkungan kantor untuk menikmati mihun bersama.

Kebiasaan berbagi makanan seperti itu bukan sekali dua kali dilakukan. Bahkan menjelang akhir masa tugasnya, ia kembali mengadakan makan bersama di lingkungan kantor. Hal sederhana yang justru menjadi salah satu cara Syamsul menjaga keakraban dan mempererat tali silaturahmi.

Kedekatan itulah yang tergambar dari berbagai ucapan perpisahan yang disampaikan staf dan rekan kerjanya. Banyak yang mengaku kehilangan sosok senior yang bukan hanya menjadi teman bekerja, tetapi juga pembimbing dan figur orang tua di lingkungan kantor.

Putri, staf Bidang TIK, menyampaikan harapan agar Syamsul selalu sehat dan panjang umur. Senada, Nanda dari Bidang SKDI mengungkapkan rasa kehilangan atas sosok yang selama ini dianggap seperti ayah sendiri.

“Terima kasih atas pelajaran, didikan, dan kasih sayangnya terhadap kami semua. Beliau selalu mengayomi dan membimbing, memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.

Kesan serupa disampaikan Evi dari Sekretariat Diskominfo. Ia mengenang satu pengalaman saat melakukan perjalanan dinas luar kota bersama Syamsul dan sejumlah rekan kerja. Ketika sol sepatunya tiba-tiba terlepas, Syamsul berinisiatif berjalan kaki mencari toko terdekat agar Evi bisa mendapatkan sepatu atau sandal dan tetap melanjutkan kegiatan wisata.

Bagi Evi, pengalaman tersebut menjadi gambaran sederhana tentang kepedulian dan empati Syamsul terhadap orang lain.

Sementara itu, Kepala Bidang PPID Rika Handayani menyampaikan doa agar Syamsul selalu sehat, bahagia, dan memiliki lebih banyak waktu berkumpul bersama keluarga. Kepala Bidang Aplikasi dan Layanan E-Government, Rahadi Rizal, bahkan menyebut Syamsul bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok orang tua yang banyak memberikan bimbingan.

Kesan positif juga datang dari Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin. Ia menyebut Syamsul sebagai senior, panutan, sekaligus rekan kerja yang menyenangkan.

Menurutnya, masa purnatugas menjadi kesempatan bagi Syamsul untuk menikmati waktu lebih banyak bersama keluarga dan melakukan berbagai aktivitas yang mungkin selama masih aktif bekerja belum sempat dilakukan. Meski tidak lagi berada dalam satu lingkungan kerja, ia berharap persahabatan dan silaturahmi tetap terjaga.

Suasana semakin meriah ketika sejumlah pegawai secara spontan menyebut karakter Syamsul. Dengan kompak mereka menyebutnya sebagai sosok yang loyal, humoris, baik hati, bijaksana, dan selalu mengayomi.

Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, turut menyampaikan apresiasi atas pengabdian Syamsul. Ia menilai, memasuki masa pensiun dengan hati bahagia merupakan hal yang patut dicontoh.

“Selamat memasuki masa purnatugas Pak Syamsul. Alhamdulillah, sesuai dengan yang saya tulis bahwa pensiun itu bahagia. Saya melihat Pak Syamsul memasuki purnatugas dengan sangat bahagia. Ini yang perlu kita contoh dari beliau,” ujarnya.

Aji juga mengenang sisi lain Syamsul yang dikenal gemar berbagi, termasuk masakannya yang menurutnya paling enak. Ia mendoakan agar Syamsul senantiasa sehat, sejahtera, dan mendapatkan banyak rezeki.

Di tengah berbagai ucapan dan kenangan tersebut, Syamsul sendiri telah menyampaikan pesan perpisahan kepada keluarga besar Diskominfo Samarinda. Ia menyebut kantor tersebut bukan sekadar tempat bekerja, melainkan telah menjadi bagian dari keluarga dan rumah kedua.

Selama delapan tahun bersama, menurutnya, berbagai pengalaman suka dan duka, tawa hingga dinamika pekerjaan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Diskominfo Samarinda, Sekretariat, serta seluruh bidang dan rekan kerja yang telah memberikan dukungan, kebersamaan, dan persaudaraan selama dirinya bertugas.

Tak lupa, Syamsul bersama keluarga memohon maaf apabila selama menjalankan pengabdian terdapat perkataan, sikap, maupun perilaku yang kurang berkenan, baik disengaja maupun tidak.

Ia berharap hubungan baik dan silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meskipun tidak lagi berada dalam rutinitas kedinasan yang sama.

Purnatugas memang mengakhiri perjalanan panjang Syamsul sebagai ASN. Namun, kenangan tentang kebersamaan, kepedulian, humor, dan kebiasaan berbagi tentu tidak serta-merta berhenti.

Dan mungkin, di antara banyak kenangan itu, guyonan “pensiun bawa mobdin no, bawa kerupuk yes” akan menjadi salah satu cerita yang paling mudah diingat oleh keluarga besar Diskominfo Samarinda.

Selamat menikmati masa purnatugas, Pak Syamsul. Pengabdian boleh berakhir, tetapi persaudaraan tetap berjalan.(dho)

www.swarakaltim.com @2024