SENDAWAR, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar), terus mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama pada sektor jalan dan jembatan di tahun anggaran 2025. Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal itu yang dilaksanakan Pemerintah Kampung di wilayah Kecamatan Muara Lawa, fokus utama pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna peningkatan konektivitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan dengan penekanan pada penyelesaian proyek yang sedang berjalan melalui anggaran Dana Kampung 2025.
Camat Muara Lawa, Edi Murhamdi mengatakan, pelaksanaan kegiatan fisik dari Dana Kampung tahap pertama telah selesai seluruhnya di lapangan. Saat ini, proses pencairan untuk tahap kedua juga mulai berjalan, yang telah dibangun untuk memastikan efisiensi dan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Sebagian kampung sudah mencairkan Dana Kampung Tahap II. Sebagian nya juga masih tahap proses pengajuan. Mungkin beberapa hari ke depan semua sudah turun anggaran Dana Kampung Tahap II,” kata Edi Murhamdi, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (29/10/2025).
Camat akrab disapa Edi ini juga menuturkan, pihak kecamatan rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Kampung. Langkah itu untuk memastikan setiap kegiatan sesuai dengan ketentuan dalam Permendes tahun 2025.
Kata Edi, seluruh kegiatan fisik yang dibiayai melalui Dana Kampung ditargetkan rampung 100 persen sebelum akhir tahun 2025. Dengan itu hasil pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat, yang perhatian khusus pada peningkatan konektivitas antar kampung se-Kacamatan Muara Lawa.
“Dari hasil monitoring yang kami lakukan, Dana Kampung tahun 2025 lebih fokus ke pembangunan infrastruktur. Tapi, yang perlu diketahui, Dana Kampung ini sudah memiliki alokasinya masing-masing. Hal itu berdasarkan aturan, setidaknya 70% dari Anggaran Dana Desa (ADD) harus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur,” tuturnya.
Sesuai Permendes, lanjut Edi, penggunaan Dana Kampung juga diarahkan untuk penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan dasar kesehatan, pembangunan desa digital, serta kegiatan berbasis padat karya.
“Sampai saat ini penggunaan Dana Kampung berjalan dengan baik. Mudah-mudahan proyek fisik juga tidak terlambat. Seluruh kampung kita dorong supaya pengerjaan fisik dipercepat, sehingga tidak ada yang terlambat pengerjaannya di akhir tahun,” pungkasnya. (Adv-kbr)