SAMARINDA, Swarakaltim.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menanggapi adanya pembatalan sepihak program Gratispol yang dialami salah satu mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan Timur (ITK) Balikpapan. Ia memastikan akan segera melakukan pengecekan terhadap persoalan tersebut.
Kasus ini mencuat setelah seorang mahasiswa S2 ITK Balikpapan mengaku merasa dirugikan oleh kebijakan program Gratispol. Mahasiswa tersebut sebelumnya telah dinyatakan menerima fasilitas Gratispol untuk program kelas eksekutif sejak September 2025.
Namun pada Januari 2026, mahasiswa tersebut menerima pemberitahuan bahwa program kelas eksekutif tidak lagi terakomodir dalam skema Gratis Pol, sehingga fasilitas yang sebelumnya dijanjikan dibatalkan.
Menanggapi hal tersebut, Seno Aji menegaskan bahwa pembatalan sepihak seperti itu seharusnya tidak terjadi, terlebih jika mahasiswa telah menerima persetujuan sebelumnya.
“Nanti akan saya langsung cek. Setelah ini nanti akan saya informasikan lagi, seharusnya seperti itu tidak boleh,” ujar Seno Aji.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari tim pengelola program Gratispol terkait permasalahan tersebut.
“Dari tim Gratis Pol juga belum ada laporan. Nanti segera kita cek ITK,” katanya.
Seno Aji menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini untuk memastikan penyebab pembatalan, apakah berasal dari internal ITK atau dari tim pengelola program Gratispol.
“Oke, setelah ini akan saya follow up ke tim Gratispol. Kemungkinan teknis di internal ITK atau mungkin juga internal di tim Gratispol. Saya akan segera cek hari ini,” tandasnya.(DHV)