Enam Klaster Disiapkan, Kaltim Bidik Posisi Sentral dalam Rantai Ekonomi IKN

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mematangkan peta ekonomi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara dengan menyiapkan enam klaster unggulan. Strategi ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji sebagai fondasi menjadikan Kaltim pusat aktivitas ekonomi regional.

Seno Aji menegaskan, keberadaan Kaltim sebagai mitra IKN harus diwujudkan melalui kontribusi konkret. Penguatan diarahkan pada sektor pangan, manufaktur, jasa, hingga pariwisata sebagai penopang utama kebutuhan ibu kota baru.

Pada sektor pangan, Kaltim menargetkan kemandirian penuh pada 2026. Ia menjelaskan, capaian swasembada yang sebelumnya masih rendah kini menunjukkan tren positif.

“Dari sekitar 30 persen pada 2023, sekarang sudah berada di angka 60 persen. Target kami akhir 2026 bisa mandiri sepenuhnya,” katanya dalam diskusi panel di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1/2026).

Sebagai bagian dari strategi, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian akan membuka lahan pertanian baru seluas 25 hektare. Produksi ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan utama kebutuhan pangan IKN.

Selain pertanian, pengembangan sektor industri dan jasa menjadi prioritas lain. Menurut Seno, transformasi ekonomi perlu dilakukan agar Kaltim tidak semata bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam

“Pariwisata lokal juga harus disiapkan karena akan banyak orang datang ke Kaltim dan IKN untuk bekerja maupun berkunjung,” ujarnya.

Penataan klaster ekonomi dilakukan berbasis karakter wilayah. Kutai Kartanegara diarahkan mengembangkan pertanian, ketahanan pangan, dan ekowisata. Penajam Paser Utara diposisikan sebagai kawasan industri pendukung.

Samarinda disiapkan sebagai pusat logistik dan industri, sementara Balikpapan serta daerah mitra lain diarahkan mengembangkan sektor energi, jasa, dan kawasan hunian.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menilai strategi Kaltim sejalan dengan kebutuhan pembangunan ibu kota baru. Ia menyebut target swasembada pangan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian kawasan.

“Kebutuhan dasar tidak ideal jika terus bergantung dari luar. Daerah mitra harus mengambil peran,” katanya.

Ia mengingatkan, dukungan IKN kini tidak hanya datang dari Kalimantan, tetapi juga daerah lain di luar pulau. Meski demikian, Kalimantan tetap diprioritaskan sebagai mitra utama dalam pengembangan rantai pasok.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024