SAMARINDA, Swarakaltim.com – Program internet gratis desa di Kalimantan Timur tetap berlanjut meski menghadapi tantangan anggaran. Diskominfo Kaltim memutuskan menurunkan kecepatan internet sebagai langkah penyesuaian agar layanan tidak terhenti.
Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menjelaskan, kebutuhan pendanaan untuk mempertahankan kualitas layanan internet desa mencapai Rp16 miliar. Sementara anggaran yang tersedia tahun ini jauh lebih rendah dibanding kebutuhan ideal.
“Meskipun nanti di APBD perubahan ada tambahan sekitar Rp 5 miliar, hal itu masih tidak cukup. Karena berdasarkan hitungan kami itu mencapai 16 miliar, makanya kecepatannya akan menurun,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Ia memastikan bahwa pengurangan bandwidth tidak berarti penghentian layanan ataupun pengalihan biaya kepada pemerintah desa. Program internet gratis tetap menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah.
“Meski begitu internet tidak kita cabut apalagi desanya disuruh bayar. Program ini tetap gratispol, hanya saja bandwidth kita turunkan sedikit. Mohon pengertiannya, apabila nanti 2027 keuangan kita membaik, maka kecepatan akan kita kembalikan seperti semula,” tutupnya.
Faisal menambahkan, capaian program saat ini telah mencapai 803 desa atau sekitar 95 persen dari total desa yang ada di Kaltim. Angka tersebut bahkan melampaui target RPJM sebelumnya.
“Target tersebut sebenarnya melebihi RPJM, yang menargetkan hanya 716 desa, dan saat ini total sudah ada 803 desa yang terpasang internet gratis,” ucapnya.
Meski alokasi dana tahun ini hanya sekitar Rp8 miliar, Diskominfo tetap melanjutkan proses pemasangan agar target 841 desa dapat tercapai. Pemerintah meminta pemahaman masyarakat atas kebijakan penyesuaian layanan ini.
“Sedang berproses, karena kita baru dapat kepastian angka sekitar 8 miliar, lebih rendah daripada tahun lalu. Ya mohon dimaklumilah kepada desa-desa yang mendapatkan,” paparnya.(DHV)