Tanjung Redeb, swarakaltim.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah penindakan pelanggaran selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026. Selain tilang dan teguran atas pelanggar lalu lintas, Sat lantas juga mengamankan 50 Kendaraan balap liar.
Kenaikan jumlah tilang terjadi seiring dengan optimalisasi sistem penindakan berbasis elektronik melalui penggunaan aplikasi tilang mobile.Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Berau, Rhondy Hermawan, dalam Press release yang digelar di Kantor Sat Lantas, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Senin (23/2/2026).
Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari strategi modernisasi penegakan hukum guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
“Untuk tilang memang mengalami kenaikan karena saat ini kami sudah menggunakan sistem mobile dalam penindakan. Ini membuat proses lebih efektif dan terdata secara langsung,” tegas Rhondy.
Tak hanya tilang, jumlah teguran simpatik juga mengalami peningkatan. Ia menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Mahakam 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan juga sebagai upaya cipta kondisi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Melalui pendekatan persuasif, Satlantas berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih disiplin berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan.
Namun di balik peningkatan penindakan tersebut, Satlantas juga menyoroti persoalan yang menjadi atensi pimpinan, yakni maraknya aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong.
“Selama tiga bulan terakhir, terhitung sejak Februari hingga Mei, sebanyak 50 kendaraan berhasil diamankan dalam razia intensif yang dilakukan di sejumlah titik rawan di wilayah Kabupaten Berau, “imbuhnya.
Fenomena balap liar dinilai bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan juga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain membahayakan pelaku, aksi tersebut kerap meresahkan warga sekitar, terutama pada malam hingga dini hari. Rhondy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik tersebut dan akan terus melakukan patroli serta penindakan tegas.
“Balap liar dan knalpot brong menjadi perhatian khusus kami. Selama tiga bulan ini sudah 50 kendaraan kami amankan. Ini bentuk komitmen kami untuk menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan program jangka panjang Satlantas Polres Berau yang kembali digalakkan, yakni program “galamisasi” atau gerakan berlalu lintas menuju masyarakat madani. Program ini sebenarnya telah lama diperkenalkan, namun kini diperkuat kembali dengan kampanye masif, termasuk penggunaan tagar “Tiada Hari Tanpa Helm” di Kabupaten Berau.
Menurutnya, salah satu indikator masyarakat madani adalah tertib berlalu lintas. Kepatuhan menggunakan helm, khususnya bagi pengendara roda dua, menjadi fokus utama karena masih banyak ditemukan pelanggaran yang berisiko fatal saat terjadi kecelakaan.
“Operasi Keselamatan Mahakam 2026 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas melalui kombinasi edukasi, teguran, serta penindakan hukum, “paparnya lagi.
Dengan meningkatnya angka tilang dan teguran, Satlantas berharap efek jera sekaligus efek edukatif dapat berjalan beriringan. Di akhir keterangannya, Rhondy menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Berau untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban saat ada operasi kepolisian.
“Keberhasilan operasi itu tidak diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi dari menurunnya angka kecelakaan dan terciptanya budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan, “pungkas Rhondy. (Nht/Bin).