Sekolah Swasta Solusi Mengatasi Keterbatasan Daya Tampung Sekolah Pada Pelaksanaan PPDB di Balikpapan

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com  Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan akan terus memaksimalkan sejumlah sekolah swasta dalam mengatasi masalah Keterbatasan daya tampung sekolah dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Balikpapan 2026/2027.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, adapub persoalan utama bukan terletak pada jenjang sekolah dasar (SD), melainkan saat siswa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.
Hal itu disebabkan jumlah SMP yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya sekolah dasar di Balikpapan.

Lanjut Irfan, disparitas jumlah sekolah tersebut membuat kebutuhan daya tampung SMP setiap tahun terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Yang paling sulit karena disparitas jumlah sekolah antara SD dan SMP,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Irfan menegaskan, langkah kongkrit yang dilakukan Diadikbud adalah dengan menjalin kerja sama dengan 15 sekolah swasta untuk membantu menampung siswa yang tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri. Melalui kerja sama tersebut, sekitar 1.200 siswa diperkirakan dapat tertampung pada tahun ajaran baru.

“Dengan 15 sekolah swasta ini kita bekerja sama, bisa menampung sekitar 1.200 anak,” tegasnya.
Tidak hanya melibatkan sekolah swasta, pemerintah juga menambah kapasitas penerimaan peserta didik di SMP negeri sebesar lima persen. Kebijakan itu dilakukan untuk mengimbangi peningkatan jumlah lulusan SD yang terjadi setiap tahun.

Irfan menjelaskan, dengan adanya penambahan kapasitas tersebut turut didukung alokasi anggaran pemerintah daerah. Disdikbud mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk mendukung penambahan daya tampung di sekolah-sekolah negeri.

“Untuk daya tampung sekolah kita tambah 5 persen, alokasi anggarannya sekitar Rp2 miliar,” jelasnya.

Irfan menambahkan, pihaknya kini telah melanjutkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban pengeluaran orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.

Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp20 miliar dan digunakan untuk pengadaan berbagai jenis seragam, mulai dari seragam nasional SD dan SMP, seragam batik, hingga seragam Pramuka.(Adv Diakominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024