Berau Bawa Kriya dan Wastra Lokal ke Expo Dekranas 2026

Foto Ketua Bersama Anggota Dekranasda Berau

TANJUNG REDEB, swarakaltim.com – Kabupaten Berau memanfaatkan ajang Expo Dekranas 2026 di Mall Trans Studio Makassar sebagai sarana memperkenalkan produk kriya dan wastra khas daerah kepada pasar yang lebih luas. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha kerajinan lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional di tengah semakin ketatnya persaingan industri kreatif.

Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, Brigjen Pol. (Purn.) Edy Suswanto, hadir langsung pada rangkaian puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Ia menegaskan bahwa promosi melalui pameran berskala nasional merupakan langkah penting untuk membuka akses pasar bagi para perajin yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran produk. Menurutnya, kualitas hasil karya perajin Berau tidak kalah dengan daerah lain. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang baik, melainkan bagaimana memperkenalkannya kepada konsumen yang lebih luas serta meningkatkan daya saing di tengah membanjirnya produk dari berbagai daerah.

“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan strategis untuk memperlihatkan bahwa karya para perajin Berau memiliki kualitas dan karakter yang mampu bersaing. Kami ingin produk daerah tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya. Selama pelaksanaan pameran, stan Kabupaten Berau mendapat perhatian dari banyak pengunjung. Berbagai produk kerajinan tangan dan wastra khas daerah menarik minat masyarakat untuk melihat hingga membeli hasil karya para pelaku UMKM. Tingginya antusiasme tersebut dinilai menjadi indikator bahwa produk lokal memiliki nilai jual apabila dipromosikan secara tepat.

Meski demikian, Edy menilai promosi semata belum cukup untuk membawa UMKM naik kelas. Menurutnya, para perajin masih memerlukan pendampingan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, pengemasan, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar. Ia mengatakan Dekranasda Kabupaten Berau akan terus memperkuat program pembinaan agar para pelaku usaha mampu memenuhi standar pasar yang semakin kompetitif. Pendampingan tersebut juga diarahkan untuk membantu UMKM memperluas jaringan pemasaran melalui berbagai pameran dan platform promosi lainnya.

“Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menciptakan usaha yang mampu bertahan, berkembang, dan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan keluarga para perajin,” jelasnya. Sementara itu, pada puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas yang mengangkat tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, Ketua Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Ia menilai, pembinaan yang efektif harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi perajin, bukan sekadar meningkatkan jumlah kegiatan pendampingan.

Menurutnya, agar produk kerajinan Indonesia mampu bersaing di pasar global, para pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas hasil produksi, inovasi desain, kemasan yang menarik, serta kemampuan memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus Dekranas dan Dekranasda di berbagai daerah yang terus mendampingi para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Peran organisasi tersebut dinilai sangat penting sebagai wadah pembinaan sekaligus jembatan bagi perajin untuk memperluas akses pasar.

Rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas ditutup dengan prosesi syukuran yang ditandai pemukulan alat musik tradisional khas Sulawesi Selatan dan pemotongan tumpeng, sebelum seluruh tamu undangan meninjau lebih dari 200 stan pameran yang diikuti Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum tersebut diharapkan menjadi peluang bagi produk-produk unggulan Berau untuk semakin dikenal sekaligus memperkuat posisi UMKM daerah dalam menghadapi persaingan pasar yang terus berkembang. (Nht/Prokopim).

www.swarakaltim.com @2024