Genjot Swasembada Melalui Mekanisasi Modern, DPTPH Kaltim Bentuk 70 Brigade Pangan Milenial

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melancarkan strategi taktis dalam memperkuat pilar kedaulatan sektor agraris di daerah demi mempercepat terwujudnya target swasembada komoditas pokok secara mandiri. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penggalakan pembentukan satuan kerja terpadu berbentuk kelompok usaha bersama yang diberi nama Brigade Pangan di seluruh wilayah kabupaten dan kota yang memiliki potensi lahan pertanian produktif.

Program strategis ini sengaja dirancang oleh pemerintah daerah guna meremajakan profil pelaku usaha tani sekaligus mengikis stigma bahwa sektor pertanian merupakan bidang konvensional yang minim inovasi. Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim memosisikan kelompok terorganisasi ini sebagai pendorong utama transformasi budidaya pertanian dari sistem tradisional menuju era mekanisasi penuh.

“Atas arahan kementerian dan pemerintah daerah, di wilayah Provinsi Kalimantan Timur saat ini sudah berhasil terbentuk sebanyak 70 Brigade Pangan yang seluruh anggotanya merupakan anak-anak muda dari kalangan generasi milenial. Setiap unit brigade tersebut memiliki keanggotaan sebanyak 15 orang dan dalam operasionalnya di lapangan langsung mendapatkan dukungan bantuan fasilitas alat dan mesin pertanian modern yang disalurkan oleh pemerintah pusat,” kata Kepala DPTPH Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan.

Fahmi Himawan memaparkan bahwa kehadiran puluhan kelompok pemuda tani ini diharapkan mampu menyuntikkan efisiensi yang tinggi dalam sistem manajemen pengelolaan lahan pertanian, sekaligus mendongkrak kapasitas produksi gabah secara berkelanjutan. Eksistensi para pemuda terdidik ini juga disiapkan secara khusus untuk ikut mengawal jalannya mega proyek pembukaan serta pencetakan sawah-sawah baru yang saat ini sedang gencar dijalankan oleh Pemprov Kaltim.

Melalui penerapan pola kerja yang lebih sistematis dan terukur, unit kerja pemuda ini diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam mengelola kawasan pertanian baru, sehingga proses perluasan areal tanam di daerah dapat dieksekusi jauh lebih cepat, tepat sasaran, dan ramah lingkungan.

Selain mengandalkan keunggulan kuantitas personel, jajaran Brigade Pangan ini juga didorong penuh untuk mengadopsi pemanfaatan teknologi kedirgantaraan dan otomatisasi digital dalam setiap tahapan produksi, mulai dari masa pra-tanam hingga menjelang masa panen tiba.

“Dengan memaksimalkan penggunaan sistem mekanisasi, bahkan untuk proses pembenihan di lapangan saat ini sudah memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone. Demikian pula untuk keperluan pemupukan tanaman, penyemprotan cairan pestisida pencegah hama, hingga proses pemantauan kondisi perkembangan kesuburan lahan secara real-time. Penerapan teknologi tinggi seperti ini tentu akan menjadi nilai tambah dan daya tarik yang sangat besar bagi generasi muda untuk mau terjun secara profesional ke sektor pertanian,” jelas Fahmi Himawan.

Lebih lanjut, dinas terkait menilai bahwa langkah modernisasi infrastruktur pertanian ini menjadi salah satu solusi paling fundamental untuk mengubah pandangan keliru di masyarakat yang menganggap sektor agraria tidak menjanjikan secara finansial.

Dengan adanya ketersediaan mesin pemanen kombinasi, traktor roda empat, serta perangkat drone pertanian, jajaran pemerintah daerah optimistis minat anak muda untuk menjadi aktor utama pembangunan desa akan semakin meningkat tajam, sehingga target capaian ketahanan pangan regional di Kaltim dapat disangga kuat oleh generasi penerus daerah.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024