BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan meningkatkan pengawasan kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Pemeriksaan kesehatan hingga tes narkoba dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengatakan pemeriksaan tersebut menyasar para sopir yang beroperasi di sejumlah titik transportasi, termasuk kawasan pelabuhan dan angkutan umum dalam kota.
“Di pelabuhan kami melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para sopir, termasuk sopir angkot dan kendaraan angkutan lainnya. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan narkoba untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak mengonsumsi narkotika,” katanya,Sabtu (14/3/2026)
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan guna memastikan keamanan perjalanan masyarakat selama periode mudik. Menurutnya, kondisi kesehatan pengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penumpang di perjalanan.
“Tujuannya agar masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan umum merasa aman karena pengemudinya dipastikan sehat dan bebas dari narkoba,” jelasnya.
Meski demikian, Alwiati menekankan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi pengemudi, tetapi juga kelayakan kendaraan yang digunakan. Ia mengingatkan para pengemudi serta operator transportasi untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
“Pengemudi harus sehat, tetapi kendaraan juga harus dipastikan layak jalan. Jangan sampai pengendaranya sudah sehat, tetapi kendaraannya tidak siap sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan,” katanya.
Selain faktor keselamatan berkendara, DKK Balikpapan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit selama perjalanan mudik. Hal ini menyusul adanya penetapan beberapa daerah di Indonesia sebagai wilayah endemik penyakit campak oleh Kementerian Kesehatan.
Alwiati mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan agar tidak tertular penyakit di daerah tujuan.
“Kami berharap masyarakat yang mudik tetap menjaga kesehatan, jangan sampai pulang ke Balikpapan justru membawa penyakit,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat segera melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala penyakit setelah perjalanan mudik. Apabila terindikasi terjangkit penyakit menular, pemudik diminta melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jika ada yang mengalami gejala sakit, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa mendapatkan penanganan lebih cepat,” katanya.
Selain itu, DKK Balikpapan juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik.
Dengan status kepesertaan aktif, masyarakat dapat langsung memperoleh layanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan atau setelah kembali ke Balikpapan.
“Pastikan kepesertaan JKN aktif. Jika sakit dan tidak dalam kondisi darurat, masyarakat bisa berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama tanpa harus langsung ke rumah sakit,” jelas Alwiati.
Melalui berbagai upaya tersebut, DKK Balikpapan berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, sehat, dan selamat hingga kembali ke kota Balikpapan.(adv-Dfbpp)