BALIKPAPAN,Swarakaktim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menggeser fokus pembangunan pendidikan ke tahap paling dasar, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai strategi jangka panjang mencetak generasi unggul.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa penguatan fondasi ini dilakukan melalui peluncuran program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari pra-SD.
Program tersebut ditargetkan berjalan penuh pada 2027, sementara sepanjang 2026 difokuskan pada sosialisasi kepada masyarakat agar kesadaran terhadap pentingnya PAUD semakin meningkat.
“Selama ini banyak orang tua lebih memilih bimbingan belajar. Padahal PAUD bukan hanya soal membaca dan berhitung, tapi pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan adaptasi anak,” ujarnya, pada hari Senin, (4/5/2026)
Ia menilai, pendidikan usia dini menjadi kunci untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS), sekaligus menyiapkan anak lebih siap memasuki jenjang sekolah dasar.
Tak hanya itu, penguatan pendidikan di Balikpapan juga dilakukan melalui berbagai inovasi berbasis literasi dan kearifan lokal. Salah satunya peluncuran buku “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” karya Bunda PAUD, yang ditujukan untuk membentuk karakter anak sejak dini.
Selain dalam bentuk buku, gerakan literasi juga diperluas melalui program “Balikpapan Cinta Literasi” yang dikemas dalam format video edukatif. Konten ini nantinya akan diputar di berbagai ruang publik, mulai dari hotel hingga pusat keramaian, guna menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Ini bukan sekadar buku, tapi gerakan bersama agar anak-anak kita terbiasa dengan literasi sejak dini,” jelasnya.
Di sisi lain, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian. Melalui program “SAGU SAKU” (Satu Guru Satu Buku), para guru didorong untuk menghasilkan karya tulis sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan budaya literasi di kalangan pendidik.
Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini, pada 2026 melibatkan sekitar 100 guru yang dilatih menulis bekerja sama dengan komunitas literasi dan media pendidikan.
“Guru tidak hanya mengajar, tapi juga harus produktif berkarya. Ini bagian dari peningkatan kualitas SDM pendidikan,” tambah Irfan.
Ia berharap, berbagai program tersebut mampu mendorong kemajuan pendidikan di Balikpapan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. “Seperti arahan Wali Kota, kita ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual,” tutupnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)