Lokasi Sekolah Rakyat Baltim Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                              Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan strategi pengembangan kawasan baru di wilayah Timur dan Utara Kota, melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat.

Diwilayah Balikpapan Timur, lokasi sekolah rakyat direncanakan diatas lahan aset daerah seluas 76 hektare yang sebelumnya disiapkan untuk sirkuit.

Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung program pendidikan dari pemerintah pusat, tetapi juga menjadi pintu masuk pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Balikpapan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan sebagian lahan eks sirkuit kini tengah dikaji untuk diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di bawah program Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Kita mencoba mengambil sebagian lahan sirkuit dan mudah-mudahan bisa digunakan untuk usulan Sekolah Rakyat. Ini salah satu aset pemerintah kota. Ada sekitar 76 hektare,” ujar Bagus, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, pembangunan Sekolah Rakyat dinilai strategis karena mampu menjadi magnet pengembangan kawasan baru di Balikpapan bagian timur dan utara yang selama ini belum berkembang maksimal.

Pemerintah pusat, lanjut Bagus, hanya membutuhkan sekitar tujuh hektare lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Ia menambahkan akses menuju kawasan juga mulai terbuka. Dari total jalur menuju lokasi, sekitar satu kilometer jalan sudah dibangun menggunakan rigid pavement atau beton, sementara sisanya masih berupa jalan tanah.

“Kami sudah masuk ke lokasi ini kurang lebih hampir tiga kilometer dari jalan besar. Sekitar satu kilometer sudah rigid pavement, sisanya masih jalan tanah,” katanya.

Selain kawasan eks sirkuit, Pemkot Balikpapan juga mempertimbangkan alternatif lahan lain di kawasan Kilometer 13, tepatnya di area bumi perkemahan Kecamatan Balikpapan Utara.

Namun, seluruh opsi disebut masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan kemudahan akses, prioritas pembangunan, dan dampak jangka panjang terhadap perkembangan kota.
Tentunya, semua akan dipertimbangkan dari sisi prioritas, kemudahan, dan manfaat untuk perkembangan kota ke depan.

Bagus menilai pengembangan wilayah pinggiran menjadi kebutuhan mendesak, karena keterbatasan lahan di kawasan pusat kota Balikpapan. Oleh karena itu, pemerintah mulai mengarahkan pembangunan baru ke wilayah timur dan utara sebagai upaya menciptakan generator ekonomi baru.

“Kalau di kota lahannya sudah terbatas. Nah, daerah timur dan utara ini yang akan kita coba kembangkan supaya muncul pusat ekonomi baru, apakah itu hunian, sekolah, atau kegiatan yang menunjang perekonomian kota,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Pemkot Balikpapan masih fokus pada proses pengusulan program dan penyiapan infrastruktur dasar menuju lokasi. Sementara pembangunan utama nantinya tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Pembangunan sekolah nanti tetap menjadi kewenangan Kementerian Sosial. Untuk pembangunan jalannya mungkin akan dibantu pemerintah kota,” ujarnya.(Adv Diskomknfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024