Idul Adha di Balikpapan, Momentum Ibadah Bersih dan Ramah Lingkungan

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                               Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tidak hanya fokus pada kesiapan ibadah dan distribusi hewan kurban, tetapi juga mendorong perubahan pola pelaksanaan kurban agar lebih sehat, tertib, dan ramah lingkungan.

Pendekatan ini diarahkan untuk menjadikan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum penguatan kesadaran kebersihan dan pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa pelaksanaan kurban harus memenuhi dua aspek utama sekaligus, yakni sesuai syariat dan memenuhi standar higienitas.

Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi.

“Pemerintah kota sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelian sapi yang higienis dan sehat,” ujar Bagus, Kamis (21/5/2026).

Namun lebih dari itu, Pemkot juga mulai menekankan pendekatan baru dalam pengelolaan limbah kurban. Darah, kotoran hewan, hingga sisa proses penyembelihan diminta tidak lagi dianggap sebagai limbah semata, tetapi bisa dimanfaatkan kembali.

Salah satunya melalui pengolahan limbah organik menjadi pupuk yang dapat mendukung kegiatan penghijauan dan pertanian di lingkungan warga. “Kalau bisa kotorannya dimanfaatkan untuk pupuk,” kata Bagus.

Pemkot menilai, tantangan yang kerap muncul setiap tahun bukan hanya soal teknis penyembelihan, tetapi juga kebiasaan lama dalam penanganan kurban yang masih dilakukan secara terburu-buru tanpa sistem kebersihan yang terkelola.

Untuk itu, pemerintah mendorong keterlibatan lebih luas mulai dari pengurus RT, lurah, hingga masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan kurban di lapangan.

“Mudah-mudahan RT, lurah, dan masyarakat bisa ikut mengawasi. Ini hal sederhana, tapi sering dianggap sepele,” ujarnya.

Selain di lokasi penyembelihan, perhatian juga diberikan pada pelaksanaan salat Idul Adha di ruang terbuka. Pemkot mengingatkan agar kebiasaan penggunaan alas sementara seperti koran atau plastik tidak meninggalkan sampah baru setelah kegiatan selesai.

“Jangan sampai menimbulkan sampah baru. Kalau salat di lapangan, seperti koran atau alas lain, harus dikumpulkan kembali,” tegasnya.

Melalui pendekatan ini, Pemkot Balikpapan berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini tidak hanya berjalan khidmat, tetapi juga menjadi contoh praktik ibadah yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan di perkotaan.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024