BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat strategi pemerataan fasilitas pendidikan di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman baru. Salah satunya dengan menargetkan pembangunan minimal dua hingga tiga sekolah setiap tahun.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan pembangunan sekolah menjadi prioritas, agar pertumbuhan hunian baru tidak menimbulkan ketimpangan layanan pendidikan di sejumlah wilayah kota.
Komitmen tersebut disampaikan usai meninjau pembangunan SD Negeri 022 Balikpapan Timur yang diproyeksikan menjadi model pengembangan sekolah baru di Balikpapan.
“Ini menjadi salah satu contoh bangunan sekolah yang hasilnya baik. Nanti bisa menjadi percontohan kalau ada pembangunan SD maupun SMP,” ujar Bagus, Kamis (21/5/2026).
Ia menilai kualitas pembangunan sekolah cukup baik meski sebelumnya sempat mengalami keterlambatan pengerjaan. Pemerintah kota juga mengapresiasi pengawasan pembangunan yang dilakukan selama proyek berjalan.
Menurut Bagus, sekolah tersebut sudah mulai menerima peserta didik baru tahun ini dengan kapasitas awal 10 ruang kelas. Ke depan, pemerintah akan menambah dua blok bangunan dua lantai untuk memperbesar daya tampung siswa.
“Sekolah ini nanti akan ada tambahan dua blok lagi. Artinya kapasitas sekolah akan terus ditingkatkan,” katanya.
Bagus menilai pembangunan fasilitas pendidikan harus berjalan seiring dengan ekspansi kawasan perumahan di Balikpapan. Karena itu, pengembang diminta tidak hanya fokus membangun hunian, tetapi juga wajib menyiapkan lahan pendidikan dan fasilitas umum lainnya.
“Rumah sudah lebih dari 1.000 unit, mestinya sudah ada SD dan SMP yang dibangun,” tegasnya.
Ia juga meminta agar lahan sekolah ditempatkan di area strategis dan mudah dijangkau masyarakat, bukan berada di bagian belakang kawasan permukiman. “Kita minta yang di depan supaya akses masyarakat lebih mudah, nanti kalau ada tanah yang disiapkan pengembang,” ujarnya.
Selain sekolah, pemerintah juga menyoroti kewajiban pengembang menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum lain, termasuk lahan pemakaman sebesar tiga persen dari total pengembangan kawasan.
Menurut Bagus, sinergi antara pemerintah dan pengembang menjadi kunci agar pertumbuhan kota tetap seimbang dengan penyediaan layanan publik.
“Semoga kita tetap konsisten untuk membangun minimal dua atau tiga sekolah setiap tahun, baik SD maupun SMP sesuai dengan visi misi wali kota balikpapan,” ujarnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)