Sosialisasi Pilot Project Digitalisasi Perlinsos,di hadiri RT se Balikpapan.

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com — Pemerintah Kota Balikpapan menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran.

Penerintah Kota Balikpapan mengajak seluruh RT, LPM se Balikpapan dan agen Perlindungan Sosial Kota Balikpapan untuk ikut menyukseskan project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Adapun project ini, kota Balikpapan menjadi salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran.

” Kita rencana akan gelar sosialisasi di Dome pada Selasa, 2 Juni nanti. Ayo kita sama-sama ikut menyukseskan program ini, ” katanya (01/5/2026).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menjelaskan, digitalisasi Perlinsos merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi melalui konsep Digital Public Infrastructure (DPI).

“Melalui program ini, pemerintah menghadirkan portal digital Perlinsos yang dapat diakses masyarakat secara mandiri maupun melalui pendampingan petugas di lapangan, ” jelasnya.

Program tersebut dijalankan lintas kementerian dan lembaga, di bawah koordinasi Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), bersama Kementerian Sosial serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepala keluarga yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi Perlinsos”.

Sementara bagi warga yang mengalami kendala literasi digital, lanjut usia, atau belum memiliki IKD, pendaftaran akan difasilitasi melalui agen Perlinsos di tingkat kelurahan dan kecamatan, ” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Balikpapan Arfiansyah menambahkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkot Balikpapan menyiapkan 365 agen Perlinsos yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Setiap kelurahan memiliki 10 agen, terdiri atas tujuh aparatur sipil negara (ASN) dan tiga mitra Perlinsos seperti Puskesos, PSM, TKSK, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara di tingkat kecamatan disiapkan masing-masing empat agen.

“Seluruh agen tersebut nantinya akan mendapatkan akses khusus ke portal Perlinsos setelah didaftarkan ke pemerintah pusat, ” katanya.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 2 Juni mendatang melalui kick-off dan sosialisasi perluasan pilot project digitalisasi perlindungan sosial.

Pada hari yang sama, sebanyak 365 agen Perlinsos akan mengikuti bimbingan teknis yang digelar di Aula Balai Kota Balikpapan dan Aula Gedung Bank Indonesia.

Selanjutnya, pada 4 Juni, proses registrasi masyarakat akan dimulai di setiap kelurahan dan kecamatan.

Lanjut Arfi, wali kota Balikpapan telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga ketua RT untuk aktif menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.

Selain itu, ketua RT diminta menyiapkan data terbaru kepala keluarga di wilayah masing-masing, sementara pihak kelurahan diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan.

Melalui digitalisasi ini, pemerintah berharap data penerima bantuan sosial menjadi lebih valid dan terintegrasi, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.

Program tersebut sekaligus menjadi langkah awal menuju sistem perlindungan sosial nasional yang berbasis data digital dan terhubung langsung dengan identitas kependudukan masyarakat.

“Kami akan melaksanakan sosialsiasi yg di hadiri RT se kota Balikpapan pada 2 Juni 2026, yang berlokasi di Balikpapan Sport Covention Center (BSCC) Dome, ” tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024