SAMARINDA, Swarakaltim.com — Euforia pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya berdampak pada percepatan pembangunan kawasan penyangga, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata Kalimantan Timur. Sepanjang semester pertama 2026, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Benua Etam tercatat mencapai 1.999.580 orang atau nyaris menembus angka dua juta kunjungan.
Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kaltim selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 15.902 orang. Capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Kaltim tetap bergerak positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terjadi secara nasional.
Berdasarkan data rekapitulasi kunjungan wisatawan yang dihimpun Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, realisasi kunjungan wisnus telah mencapai 21,10 persen dari target tahun 2026 sebanyak 9.475.997 kunjungan. Sedangkan kunjungan wisman telah mencapai 28,07 persen dari target tahunan sebanyak 56.650 kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menilai tingginya minat masyarakat untuk melihat secara langsung perkembangan IKN menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kaltim.
“Memang saat ini euforia IKN sangat kuat. Banyak orang ingin melihat langsung perkembangan IKN dan mengetahui bagaimana pembangunannya. Rasa ingin tahu itu menjadi daya tarik dan magnet yang kuat sehingga kota-kota di sekitar IKN ikut mendapatkan imbas positif,” ujar Faisal kepasa Swarq Kaltim di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Faisal, daerah penyangga IKN seperti Balikpapan menjadi wilayah yang paling merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas masyarakat tersebut. Wisatawan yang datang untuk melihat IKN umumnya juga memanfaatkan waktu untuk menginap, menikmati kuliner lokal, maupun mengunjungi sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan.
“Balikpapan mendapatkan imbas yang cukup baik. Hotel, akomodasi, kuliner, makanan hingga objek wisata ikut bergerak karena banyak orang yang datang ke sekitar IKN,” kata Faisal yang sebelumnya 5 tahun lebih menjabat Kadis Kominfo Kaltim.
Data semester pertama 2026 menunjukkan Kota Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi, yakni sebanyak 9.921 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Berau dengan 2.942 kunjungan dan Kota Samarinda sebanyak 1.842 kunjungan.
Sementara untuk kunjungan wisatawan nusantara, Balikpapan kembali berada di posisi teratas dengan 529.335 kunjungan. Disusul Kota Samarinda sebanyak 506.976 kunjungan dan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 339.744 kunjungan.
Selain didorong oleh geliat pembangunan IKN, Faisal menilai sektor pariwisata juga memiliki peluang untuk tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, ketika biaya perjalanan semakin mahal, masyarakat tetap membutuhkan ruang untuk berlibur dan berekreasi.
“Orang mungkin menunda bepergian jauh karena harga tiket dan biaya perjalanan yang tinggi. Tetapi kebutuhan untuk berlibur tetap ada. Ini harus menjadi peluang bagi destinasi wisata di Kalimantan Timur untuk menghadirkan pilihan wisata yang menarik bagi masyarakat,” jelas Faisal yang sebelumnya cukup lama menjabat Kadis Pariwisata Kota Samarinda ini.
Ia juga mengungkapkan adanya potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari sejumlah negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia. Bahkan beberapa wisatawan dari Tiongkok mulai melirik Indonesia sebagai tujuan wisata dan belanja karena nilai tukar mata uang mereka relatif lebih kuat.
Meski demikian, Faisal mengakui masih terdapat tantangan dalam pendataan wisatawan. Tidak sedikit wisatawan yang datang secara mandiri tanpa menggunakan jasa biro perjalanan maupun pemandu wisata sehingga tidak seluruhnya tercatat dalam sistem pelaporan pariwisata.
“Bisa saja ada wisatawan yang sudah beberapa kali datang ke Kalimantan Timur sehingga mereka langsung menuju destinasi yang dituju tanpa menggunakan jasa travel atau guide. Ini yang kadang tidak seluruhnya terpantau dalam data kunjungan,” ujarnya.
Faisal berharap momentum tingginya perhatian publik terhadap IKN dapat dimanfaatkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata serta kualitas layanan kepada wisatawan.
Dengan potensi alam, budaya, dan wisata bahari yang dimiliki, Kaltim dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan wisata yang semakin diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
“IKN menjadi momentum yang harus dimanfaatkan bersama. Harapannya, wisatawan yang datang tidak hanya melihat IKN, tetapi juga menikmati berbagai destinasi unggulan yang ada di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (dho)