Suntik Anggaran Rp20 Miliar untuk Porprov VIII Kaltim di Paser, Dispora Kaltim Matangkan KUA-PPAS

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp20 miliar guna mendukung kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026. Kucuran dana APBD tersebut disiapkan untuk memperlancar tugas Panitia Besar (PB) Porprov di Kabupaten Paser yang bertindak sebagai tuan rumah.

Langkah penganggaran ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi pesta olahraga terbesar di Bumi Etam. Dukungan finansial tersebut diarahkan langsung untuk menutup kebutuhan teknis operasional selama gelaran multievent empat tahunan itu berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, Rasman Rading, menjelaskan bahwa alokasi anggaran tersebut telah masuk dalam pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Anggaran yang kami siapkan kurang lebih sekitar Rp20 miliar. Alokasi ini diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan perangkat pertandingan, panitia pelaksana, konsumsi, akomodasi, transportasi, honorarium, hingga perlengkapan pendukung seperti pengerjaan jersey. Kami berharap porsi anggaran ini sudah final dan tidak mengalami perubahan lagi,” ujar Rasman Rading.

Rasman memaparkan, skema dukungan dari anggaran daerah difokuskan pada pembiayaan penyelenggaraan netral oleh dinas teknis provinsi dan panitia penyelenggara. Sementara itu, untuk biaya operasional kontingen, kebutuhan atlet, serta kebutuhan pelatih (official) sepenuhnya ditanggung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di masing-masing kabupaten/kota peserta.

Kondisi dinamika fiskal daerah menuntut efisiensi penganggaran pada beberapa pos pembiayaan operasional. Pihaknya meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) untuk memaklumi penyesuaian standar honorarium bagi para wasit dan juri pertandingan.

“Kondisi fiskal daerah saat ini tentu berpengaruh terhadap penyesuaian besaran anggaran yang disiapkan, termasuk besaran honor bagi para perangkat pertandingan. Oleh karena itu, kami sangat berharap seluruh pengurus cabang olahraga dapat memahami kondisi keuangan daerah demi kelancaran dan suksesnya pelaksanaan Porprov ini,” tuturnya.

Selain aspek pendanaan, fokus perhatian Dispora Kaltim juga tertuju pada penyiapan sarana fisik di lapangan. Berdasarkan evaluasi progres hingga pertengahan Juli, tingkat kesiapan venue pertandingan di Kabupaten Paser dilaporkan telah menyentuh angka 85 persen.

Pemerintah daerah menggarisbawahi pentingnya kelayakan arena pertandingan sesuai standar asosiasi cabor nasional. Tim monev (monitoring and evaluation) terus disiagakan untuk memastikan seluruh fasilitas olahraga selesai tepat waktu sebelum rombongan atlet tiba.

“Apabila terdapat fasilitas arena yang dipastikan belum siap saat mendekati waktu pelaksanaan, saya minta agar segera dilaporkan secara transparan. Kita bisa mengambil opsi pemindahan lokasi pertandingan ke Kota Balikpapan atau Kota Samarinda agar jadwal laga tetap berjalan dengan baik,” tegas Rasman.

Untuk diketahui, ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung secara resmi pada November 2026 mendatang. Agenda olahraga ini bakal melibatkan ribuan atlet dari sepuluh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

“Pemerintah provinsi berharap seluruh tahapan persiapan arena dan infrastruktur pendukung dapat dituntaskan tepat waktu, sehingga panggung pesta olahraga antardaerah ini berjalan lancar dan sukses,” tutup Rasman Rading.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024