Seragam Gratis untuk 150 Ribu Siswa, Kepala Disdik Balikpapan Akui Alami Peningkatan

BALIKPAPAN.Swarakaltim.com.                               Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan tidak ada lagi perbedaan penampilan di antara peserta didik pada awal tahun ajaran 2026/2027. Melalui program pembagian 150 ribu stel seragam sekolah gratis, seluruh siswa diharapkan dapat mengenakan seragam baru secara bersamaan mulai 20 Juli mendatang.

Program tersebut mulai didistribusikan secara simbolis di SD Negeri 009 Balikpapan, Kamis (16/7/2026), kepada siswa jenjang PAUD, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan. Setiap peserta didik memperoleh tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, batik, dan pramuka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan program seragam gratis bukan sekadar bantuan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi upaya menciptakan rasa percaya diri dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik saat memulai tahun ajaran baru.

“Harapan kami anak-anak memiliki kepercayaan diri karena semuanya memakai baju baru. Tidak ada yang merasa berbeda, semuanya memulai sekolah dengan kondisi yang sama,” ujarnya.

Menurut Irfan, distribusi seragam masih berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama masa transisi tersebut, siswa baru masih diperbolehkan menggunakan seragam dari jenjang pendidikan sebelumnya.

Disdik menargetkan seluruh seragam telah diterima sekolah sebelum 20 Juli 2026 sehingga dapat langsung digunakan saat kegiatan belajar mengajar dimulai secara efektif.

Program seragam gratis tahun ini menjangkau peserta didik PAUD, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan di seluruh sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan. Total sebanyak 150 ribu stel seragam disiapkan dengan anggaran sekitar Rp30 miliar, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain membantu siswa, program tersebut dinilai mampu meringankan pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran baru.

“Beban orang tua menjadi lebih ringan karena tidak perlu membeli seragam secara bersamaan. Bahkan, program ini juga berpotensi mengurangi inflasi daerah yang biasanya dipicu tingginya permintaan seragam sekolah,” jelas Irfan.

Ia mengungkapkan, kebutuhan seragam dalam jumlah besar masih diproduksi oleh konveksi di luar Balikpapan. Menurutnya, industri konveksi lokal belum mampu memenuhi kapasitas produksi sesuai jumlah, waktu pengerjaan, dan standar kualitas yang dibutuhkan pemerintah.

Pelaksanaan program seragam gratis ini merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang terus dipertahankan setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan.

Dengan seluruh siswa mengenakan seragam yang sama pada hari pertama sekolah, pemerintah berharap proses belajar berlangsung lebih nyaman sekaligus menghilangkan kesenjangan sosial di lingkungan pendidikan.(Adv Diskominfo Balikpapan.
)

www.swarakaltim.com @2024