SAMARINDA, Swarakaltim.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I.A. Moeis Samarinda kembali dipercaya menjadi salah satu lokus pelaksanaan program magang nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Di Kalimantan Timur (Kaltim), hanya RSUD I.A. Moeis Samarinda dan RS Siloam Balikpapan yang ditunjuk mewakili sektor kesehatan dalam program strategis tersebut.
Pada gelaran batch kedua tahun ini, animo pendaftar melonjak tinggi. Sebanyak 477 pelamar bersaing untuk memperebutkan 112 alokasi posisi yang mencakup 23 jenis formasi, mulai dari tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan, hingga tenaga non-kesehatan seperti staf administrasi.
Direktur RSUD I.A. Moeis, Osa Rafshodia, menjelaskan bahwa seluruh hak keuangan peserta magang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, sehingga tidak membebani anggaran daerah.
“Ini adalah program nasional dari Kemnaker RI dan sekarang sudah memasuki batch dua. Seluruh gaji dan tunjangan peserta dibayarkan langsung oleh Kemnaker, sehingga tidak masuk ke dalam komponen belanja pegawai rumah sakit,” ujar Osa, saat ditelpon via whatsapp, Senin (14/9/2026).
Kebijakan ini menjadi strategi efektif bagi pihak manajemen RSUD I.A. Moeis untuk mengatasi masalah keterbatasan kuota belanja pegawai, sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan tenaga pelayanan kesehatan.
Kepercayaan Kemnaker menambah kuota penerimaan dari yang sebelumnya 97 orang pada batch pertama menjadi 112 orang di batch kedua tidak terlepas dari rekam jejak evaluasi yang memuaskan.
“Kemnaker menilai pelaksanaan batch pertama di rumah sakit kami berjalan dengan baik dan tertib, sehingga kuota untuk kami ditambah. Program ini juga turut membantu menurunkan angka pengangguran terbuka di Samarinda, karena kami memprioritaskan warga lokal ber-KTP Samarinda,” terangnya.
Proses seleksi peserta saat ini masih berlangsung dan dijadwalkan rampung pada 19 September mendatang. Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan resmi mulai bertugas di RSUD I.A. Moeis terhitung sejak 21 September.(DHV)