Tanjung Redeb, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terus berupaya menekan angka pengangguran serta memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis finansial warga yang aktif. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan yakni dengan menggelar program pelatihan keterampilan menjahit bagi belasan warga lokal di wilayah perkotaan.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Berau, Hj. Eva Yunita, menegaskan bahwa agenda ini dirancang bukan sebatas pemenuhan kegiatan formal atau pembekalan teknis semata. Lebih dari itu, program ini menjadi modal awal masyarakat untuk membangun kemandirian finansial di tengah tantangan perekonomian lokal dan kompetisi dunia usaha yang kian ketat.
Menurutnya, kebutuhan pasar terhadap sektor konveksi dan kerajinan kain mulai dari pakaian harian, busana keagamaan, hingga seragam sekolah terus melonjak pesat. Namun, potensi pasar yang besar ini kerap gagal dimanfaatkan oleh masyarakat setempat akibat minimnya keterampilan profesional serta keterbatasan akses permodalan dan pemasaran.
“Kami tidak ingin para peserta berhenti hanya pada tataran bisa menjahit. Pola pikirnya harus diubah dari sekadar pekerja terampil menjadi wirausahawan yang tangguh, inovatif, dan mampu membaca peluang pasar,” tegas Eva usai membuka acara secara resmi.
Persoalan utama yang sering dihadapi para pelaku usaha pemula, lanjutnya, adalah kegagalan dalam mempertahankan keberlanjutan bisnis setelah masa pelatihan berakhir. Banyak usaha rumahan yang stagnan karena masih mengandalkan pola pemasaran konvensional dari mulut ke mulut serta tidak mendapat pendampingan jangka panjang.
“Kami tidak akan melepas para peserta begitu saja usai kegiatan penutupan. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pendampingan lanjutan yang mencakup peningkatan standar mutu produk, perluasan jaringan pemasaran digital berbasis marketplace dan media sosial, hingga kemudahan akses pembiayaan usaha, “imbuhnya.
Sebanyak 15 peserta yang berasal dari enam kelurahan se-Kecamatan Tanjung Redeb diproyeksikan menjadi pemicu lahirnya unit-unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di Berau.
“Pemerintah daerah berharap sinergi ini dapat mencetak generasi pelaku usaha baru yang tidak hanya mandiri secara finansial, melainkan juga sanggup membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitarnya, “tutup Eva. (Nht/Bintang).