SAMARINDA, Swarakaltim.com – Selain ancaman polusi kabut asap yang memicu infeksi saluran pernapasan, gelombang musim kemarau panjang di Kalimantan Timur (Kaltim) turut membawa potensi risiko penyakit lingkungan lainnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus Diare serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Muhammad Andi Ishak, Kepala Dinkes Kaltim menjelaskan kondisi cuaca kering dan keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau menjadi pemicu utama munculnya penyakit pernapasan dan pencernaan di tengah masyarakat.
“Terkait dengan musim kemarau, ada dua kondisi juga selain karena asap. Kalau kemarau itu larinya ke Diare dan DBD. Nah, itu juga seperti itu, ada peningkatan meskipun tidak signifikan peningkatannya,” kata Andi Ishak.
Andi Ishak membeberkan keterbatasan sumber air bersih saat kemarau kerap memaksa warga menggunakan air yang kualitasnya kurang terjamin untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga rentan menularkan bakteri penyebab Diare. Di sisi lain, kebiasaan menampung air dalam wadah terbuka saat krisis air justru menciptakan tempat perindukan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti penular DBD.
Guna mencegah eskalasi penularan di lingkungan warga, Dinkes Kaltim telah menginstruksikan seluruh jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di kabupaten/kota untuk memperkuat surveilans kesehatan serta memastikan ketersediaan logistik medis.
“Tentunya kita juga sudah mengantisipasi dengan hal itu terkait ketersediaan sarana prasarana maupun juga obat-obatan yang ada di puskesmas-puskesmas. Tapi ya insyaallah itu masih bisa kita tangani sampai saat ini,” kata Andi Ishak.
Lebih lanjut, Andi Ishak mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengonsumsi air minum yang dimasak hingga mendidih, serta rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus di lingkungan rumah masing-masing.
“Harapan kita tentu kondisi cuaca bisa segera membaik, namun yang terpenting masyarakat tetap menjaga kebersihan makanan, ketersediaan air bersih, dan membiasakan hidup sehat agar terhindar dari ancaman Diare maupun Demam Berdarah,” tutup Muhammad Andi Ishak.(DHV)