SAMARINDA, Swarakaltim.com — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student Entrepreneur Community (SEC) melaksanakan program kerja Kunjungan Bisnis ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Puri Leisa Samarinda, Sabtu (17/10/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan mempelajari secara langsung proses pengelolaan usaha yang memadukan inovasi, pemanfaatan potensi lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengelolaan bisnis, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dan sabun cair.
Mengusung tema “From Waste to Value: Mengubah Potensi Lingkungan Menjadi Peluang Bisnis”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi anggota UKM SEC untuk memahami bagaimana sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki potensi nilai ekonomi.

Program Kunjungan Bisnis merupakan salah satu bentuk pembelajaran langsung yang dilakukan UKM SEC dengan mengunjungi pelaku usaha di Samarinda. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat proses menjalankan usaha, memahami kreativitas dan inovasi yang diterapkan, serta memperoleh gambaran mengenai peluang bisnis yang dapat dikembangkan dari potensi di lingkungan sekitar.
Pemilihan P4S Puri Leisa sebagai lokasi kunjungan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari pengolahan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik agar peserta dapat memahami tahapan pengolahan bahan, proses pembuatan produk, hingga potensi pemanfaatannya dalam kegiatan usaha.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pembuatan eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi bahan organik tertentu, seperti sisa buah dan sayuran, dengan gula dan air. Melalui praktik tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik yang dapat membantu mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang berguna.
Selain pembuatan eco enzyme, peserta juga mengikuti praktik pembuatan sabun cair. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai proses pengolahan bahan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses tersebut, mahasiswa diajak melihat bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang baru, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pengolahan sumber daya yang tersedia di sekitar.
Tema From Waste to Value yang diangkat dalam kegiatan ini menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap limbah. Sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memiliki manfaat ketika dikelola melalui kreativitas, pengetahuan, dan inovasi. Pemahaman tersebut menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa untuk mengenali peluang usaha yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pihak P4S Puri Leisa Samarinda, Bambang I. H. didampingi Ekawati Y., menyampaikan melalui tema From Waste to Value, Puri Leisa ingin mengajak mahasiswa melihat limbah bukan semata-mata sebagai sisa yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Puri Leisa berharap lahir wirausaha muda yang inovatif, mampu menciptakan nilai ekonomi dari potensi lokal, sekaligus menjaga lingkungan melalui prinsip ekonomi sirkular dan pertanian regeneratif,” ucap Bambang.
Melalui kegiatan Kunjungan Bisnis ini, UKM SEC berupaya memperluas wawasan kewirausahaan mahasiswa dengan menghadirkan pengalaman belajar langsung dari pelaku usaha. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih peka dalam melihat potensi di lingkungan sekitar, mengembangkan ide bisnis yang kreatif, serta memahami pentingnya mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan dalam pengembangan usaha.
Kunjungan ke P4S Puri Leisa Samarinda menjadi pengingat bahwa peluang bisnis dapat muncul dari berbagai sumber, termasuk dari sesuatu yang selama ini dipandang sebagai limbah. Dengan menggabungkan kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kewirausahaan yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.(*dho)