Gerakan Matahati Gelar 100 Operasi Katarak Gratis di Kabupaten Paser, Lanjutkan Warisan Kasih Pandji Wisaksana

TANAHGROGOT,Swarakaltim.com.                           Gerakan Matahati melanjutkan rangkaian program 1.010 operasi katarak gratis, 1.010 mata kembali melihat melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), pada 24–25 Oktober 2026.

Kegiatan dengan target 100 mata ini dilaksanakan melalui kerja sama Gerakan Matahati, Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK PERDAMI) Pusat, Lions Club Indonesia, dan Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI).

Stephen Pandji Perwakilan Keluarga Almarhum Pandji Wisaksana lebih jauh menjelaskan, khusus untuk acara yang diadakan di RSUD Panglima Sebaya, Tanah Grogot bekerja sama pula dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kaltim, IDI cabang Paser dan Perdami Kaltim Kaltara sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.

Bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana (alm), pemrakarsa, pendiri, dan penasihat Gerakan Matahati. Mengusung tema “Warisan Kasih yang Terus Hidup”, program ini menjadi wujud nyata untukmeneruskan kepedulian Pandji Wisaksana terhadap kesehatan mata dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari 101 Tahun Menjadi 1.010 Mata Kembali Melihat

Kemudian Ia mengatakan, bahwa program 1.010 operasi katarak gratis ini digagas oleh keluarga Pandji Wisaksana bersama Gerakan
Matahati sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdian almarhum dalam kegiatan sosial, khususnya pelayanan kesehatan mata. Sedangkan angka 1.010 dipilih untuk memaknai peringatan 101 tahun kelahirannya.

Selanjutnya melalui program ini, Gerakan Matahati berupaya membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak agar memperoleh kesempatan untuk melihat kembali.

Kegiatan di Kabupaten Paser merupakan bagian dari rangkaian pelayanan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Membantu masyarakat memperoleh kembali penglihatannya. Kegiatan di RSUD Sebaya, Tanah Grogot, ditargetkan sebanyak 100 mata mendapatkan pelayanan operasi katarak gratis. Pelayanan mencakup pemeriksaan dan penentuan kelayakan pasien, tindakan operasi katarak, penggunaan bahan medis habis pakai dan lensa intraokular (IOL), pemberian obat tetes pascaoperasi, serta pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan medis.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi keterbatasan akses dan biaya pelayanan kesehatan mata. Selain itu, bagi seseorang yang mengalami katarak, berkurangnya kemampuan melihat dapat berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti membaca, bekerja, berjalan, atau melakukan pekerjaan rumah tangga dapat menjadi semakin sulit.

Selanjutnya Stephen menyampaikan,
operasi katarak bukan sekadar tindakan medis untuk memperbaiki penglihatan. Keberhasilan operasi juga dapat membantu seseorang memperoleh kembali kemandirian, kepercayaan diri, dan kualitas hidup yang lebih baik. Kolaborasi untuk Pelayanan Kesehatan Mata Pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Paser merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap upaya penanggulangan kebutaan akibat katarak.

Dukungan para dokter spesialis mata, tenaga kesehatan, serta panitia dan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kerja sama tersebut, Gerakan Matahati berharap jangkauan pelayanan operasi katarak gratis dapat terus diperluas, terutama ke daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses
pelayanan kesehatan mata.

Warisan Kasih yang Terus Hidup
Gerakan Matahati lahir dari kepedulian Pandji Wisaksana terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan. Gagasan awal Matahati dicetuskan di kantor JEC, yang kemudian bersama Kompas Gramedia menjadi bagian dari para pendiri dan penggerak awal kegiatan operasi katarak
gratis.

Bagi Gerakan Matahati dan keluarga Pandji Wisaksana, peringatan 101 tahun ini bukan sekadar kesempatan untuk mengenang almarhum, tetapi juga untuk meneruskan nilai-nilai kepedulian yang telah beliau tanamkan. Setiap mata yang kembali melihat menjadi wujud nyata bahwa kebaikan dapat terus hidup ketika diteruskan dan dibagikan kepada sesama.

Melalui kegiatan di Tanah Grogot, Gerakan Matahati berharap semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh kembali penglihatan dan menjalani kehidupan dengan lebih
mandiri. 1.010 Operasi Katarak Gratis. 1.010 Mata Kembali Melihat. Warisan Kasih yang Terus Hidup.(*/pr)

www.swarakaltim.com @2024