Apa itu Mesra?

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Siapa yang mengetahui bahkan menyangka, kalau kata Mesra nama salah satu hotel di Kota Samarinda memiliki makna dan hikmah besar. Khususnya bagi Kota Tepian bahkan Kalimantan Timur.

Sebab, dibalik penamaan hotel yang saat ini masuk kelas berbintang dan bertaraf internasional ini. Pembangunannya mengemban amanah untuk nama baik Benua Etam dimata nasional bahkan internasional.

Sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) nasional pada tahun 1976. Maka, diperlukan hotel sebagai tempat menginap yang refresentatif bagi para kafilah dari seluruh nusantara. Juga, panitia nasional dan dewan juri MTQ.

“Saya saat itu Ketua Kadin Kaltim menghadap Pak Gubernur Wahab Syahranie dan mengusulkan mengupgrade hotel-hotel di Samarinda. Daripada harus mendatangkan kapal haji. Selain tidak mungkin masuk juga biaya besar,” kata owner Mesra Internasional Hotel HM Masroen Rusli disela peresmian Taman Wisata Mesra, Minggu (19/1/2020).

Panjang cerita, akhirnya Gubernur saat itu setuju. Dimana pimpinan bank-bank dan hotel-hotel dikumpulkan. Semua hotel setuju, namun saat verifikasi tidak ada yang lolos sebab tidak bankable. Akhirnya, inisiatif gagal dan tidak berlanjut sebab lembaga perbankan tidak berani memberi kredit.

Merasa malu, program yang sederhana tapi tidak bisa dilaksanakan. Sebagai tanggungjawab moral, maka rumah yang dimiliki hanya berisi enam kamar ditambah 12 kamar, sehingga menjadi 18 kamar untuk tempat menginap dewan juri MTQ.

“Itu hotel pertama yang dibuka tahun 1976. Berdirinya hotel ini ada kebutuhan khusus bersifat nasional. Rencananya dibangun di Jalan Mesjid Raya (depan Mall Mesra Indah). Akhirnya, muncullah nama kuat dalam hati saya tetap Mesra atau Mesjid Raya,” ungkap Rusli.

Dua hal yang memotivasi berdirinya Hotel Mesra, yaitu MTQ nasional dan Mesjid Raya. Bukan hal-hal lain, apalagi konotasi negatif.(aya/sk)

Bagikan:

Related posts