Diskominfo Kukar Belajar Sistem Panggilan Darurat 112 ke Samarinda

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kepincut dengan aktifitas call center 112 milik Pemkot Samarinda, Kamis (13/2) pagi tadi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara berkunjung ke Command Center di Balaikota.

Dalam kunjugan kali itu, rombongan yang dipimpin langsung Kepala Dinas ini ingin mengorek lebih detail keberhasilan Diskominfo Samarinda dalam meramu Call Center 112 hingga kini menjadi panggilan darurat yang dianggap sangat membantu dalam merespon dan menindak sebuah pertolongan.

“Jujur program ini sangat keren sekali karena sama seperti 911 yang ada di Amerika, jadi kami pikir Kukar juga perlu untuk menerapkan hal yang sama dan kini sudah berjalan di Samarinda,” tutur Kadis Kominfo Kabupaten Kukar Bahteramsyah.

Rombongan yang terdiri dari tiga orang ini diterima langsung oleh Plh Kadis Kominfo Samarinda, Kumarul Zaman didampingi Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminisasi Informasi Diskominfo Samarinda Syamsul Anwar.

Dalam penyampaiannya,Khomarul menjelaskan sejak layanan nomor tunggal panggilan darurat Samarinda 112 diluncurkan tahun 2019 kemarin, kini warga kota Samarinda bisa melaporkan kondisi layanan darurat selama 24 jam.

“Karena petugas yang piket disini ada tiga shift secara bergantian non stop dan tidak mengenal weekend. Jadi selalu siap menerima telpon setiap ada aduan yang sifatnya darurat,” urai Kumarul.

Ia menambahkan, untuk membangun call center yang melekat di ruang Command Center tadi, Diskominfo Samarinda tidak terpatok dengan anggaran besar.

“Semua ini karena ide kreatif kepala Dinas kami yang mana selalu mengingatkan stafnya kalau anggaran kecil jangan dijadikan patokan pembatas, jadi
walaupun dana terbatas kerjaan dan program harus tetap jalan,” ungkapnya.

Keistimewaan call center 112 yang ada di Samarinda lanjut Khomarul yang juga kepala Bidang Statistik ini, ada pada kekuatan dan kerjasama para relawan yang sudah terbentuk di setiap Kelurahan.

Dimana kata dia, para relawan tadi selalu sedia membantu setiap ada panggilan darurat, jika OPD terkait belum sampai dilokasi kejadian.

“Bahkan relawan ini juga ikut bertugas bergantian sebagai operator di ruang Command Center tanpa menerima gaji,”sebutnya.

Sementara itu, setelah mendengarkan penjelasan dari Kumarul, rombongan pun dibawa untuk meninjau kondisi ruang Command Center. Mulai dari melihat kinerja para petugas operator call center hingga sistem penggunaan CCTV yang tersebar di 30 titik lokasi sudut jalan yang ada di Samarinda.

“Saya pribadi memberikan apresiasi terhadap program dan sistem yang sudah dijalankan Diskominfo Samarinda dan perlu kita pelajari, mengingat Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki lokasi yang sangat luas tentunya perlu kerja keras dan bertahap untuk memulai program ini,” tutur Bahteramsyah.

Sebagai tahap awal, sambung dia kemungkinan pihaknya akan mencoba panggilan darurat nanti untuk wilayah Tenggarong dan sekitarnya.

“Jujur kami tertarik dengan kinerja tim relawan balakarcana yang ada di Samarinda, dan wajib bisa ditiru di Kukar. Sehingga apabila sistem ini nanti sudah bisa dikembangkan di Kecamatan yang lebih luas, otomatis kami juga berharap peran dari para relawan di setiap desa untuk memengang peranan panggilan darurat tadi,” tutupnya.(dho)

Bagikan:

Related posts