Ketua DPRD Mahulu: Dukung Kebebasan Pers di Situasi Pandemi Covid-19

Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan
Ketua DPRD Mahulu Dukung Kebebasan Pers di Situasi Pandemi Covid-19

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Pers menjadi bagian terpenting sebagai penyambung lidah masyarakat dan stakeholder. Khususnya dalam mengawasi dan ikut berpartisipasi bersama pemerintah Provinsi Kalimatan Timur yang setia mengawal perkembangan di Benua Etam.

Momen hari kebebasan pers sedunia pada 03 Mei, kerap diperingati wartawan/insan pers di Indonesia. Tak jarang berbagai aksi solidaritas mengiringi pewarta, menuntut pemerintah dan penegak hukum serius menindak tegas pelaku kekerasan terhadap jurnalis di tanah air.

Seperti biasa aksi dilakukan menyoroti pengekangan kebebasan pers. Mulai dari kasus kriminalisasi jurnalis menggunakan UU ITE, peradilan kasus dugaan penganiayan dan menghalang-halangi kerja terhadap jurnalis, hingga tidak adilnya penerapan hukum pada pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

Sementara dalam situasi virus pandemi mewabah secara global, yang disebut virus corona atau Covid-19 pada tahun 2020 ini. Para wartawan media cetak, eletronik/online yang tergabung dalam Asosiasi Jurnalis Kubar-Mahulu disebut (AJK) tidak melakukan aksinya.

Hanya saja pewarta di AJK diwilayah ini, menyuarakan hari kebebasan pers dengan melindungi tugas jurnalis untuk menjaga keamanan kerja saat melakukan peliputan selama pandemi Covid-19 demi keberlangsungan eksistensi perusahaan persnya masing-masing.

Pasalnya wilayah ini telah memiliki 13 kasus positif terkonfirmasi Covid-19. Sehingga AJK sebagai organisasi profesi meminta pewarta untuk menaati anjuran kesehatan dari pemerintah (physical distancing) dengan tidak membuat aksi yang dapat mengundang perhatian dan berkumpulnya orang banyak.

Langkah ini menjadi perhatian Ketua DPRD Mahulu, Novita Bulan. Ia menyebut, kebijakan Dewan Pers dan sejumlah organisasi yang mengeluarkan protokol keamanan liputan dan pemberitaan Covid-19 bagi jurnalis perlu diperhatikan oleh semua pihak.

“Kita apresiasi tidak adanya aksi di hari kebebasan pers diwilayah Kubar dan Mahulu. Langkah itu membuat jurnalis lebih mengutamakan perlindungan kesehatan dan keselamatan diri bagi rekan-rekan pewarta di AJK dalam situasi saat ini,” ungkap Bulan melalui pesan WhatsApp kepada swarakaltim.com, Minggu (3/5/2020).

Politisi wanita dari Parpol Gerindra itu menilai langkah tim pewarta di AJK menaati anjuran pemerintah sudah tepat. Sehingga dapat mengoptimalkan imbauan Dewan Pers kepada media massa, agar tetap memperhatikan Kode Etik Jurnalistik saat meliput Covid-19 dengan tetap menjaga kerahasiaan korban atau pasien Covid-19.

“Kita mendukung langkah independensi dan kebebasan pers dalam menghasilkan karya pemberitaan ditengah toleransi kemajemukan warga Kubar dan Mahulu. Teruslah mengawal pemberitaan dalam situasi pandemi saat ini untuk bekerja secara profesional dan mematuhi Kode Etik dalam menjalankan kerja jurnalistik,” pungkas Bulan.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Loading