Samarinda Masuk Penilaian Ketangguhan Sistem Kesehatan Masyarakat 

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kota Samarinda masuk dalam Pelaksanaan Penilaian Ketangguhan Sistem Kesehatan Masyarakat Kabupaten atau Kota dan Menghadapi Bencana termasuk Kota Semarang, Kabupaten Badung, Kabupaten Lumajang yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Melalui video teleconference via Zoom Sekda Kota Samarinda Sugeng Chairuddin didampingi Sekretaris BPBD Kota Samarinda Hendra AJ Kamis (2/7/2020), menyampaikan bahwa sejak tahun 2015 lalu Kota Samarinda sudah membangun landasan sebagai Kota Tangguh terhadap bencana.

“Sebelumnya Pemkot Samarinda mengucapkan terima kasih atas perhatian dari BNPB, yang mana dimasukkan dalam perencanaan penilaian kota tangguh, sebenarnya tahun 2015 lalu Kota Samarinda sudah melakukan perencanaan.

Terutamanya tentang mengatasi masalah banjir di Kota Samarinda, sebelumnya kami rasakan banjir di Samarinda ada yang siklus 10 tahunan, 20 tahunan namun belakangan ini sepertinya tidak berlaku karena tiap tahun ada banjir dengan skala besar,” beber Sugeng.

Memang diakuinya Kota Samarinda berada di dataran rendah yang hampir sejajar dengan permukaan air sungai.
Ditambah lagi pemukiman warga yang menjorok kedalam sungai juga menjadi masalah karena penyempitan lebar sungai, sehingga membuat dampak yang sangat besar.

“Selain banjir, Kota Samarinda juga rawan dengan longsor serta kebakaran. Intinya Pemkot Samarinda siap mendukung program dari Pusat, bagaimanapun menjadi kota tangguh juga dambaan kita semua terutama seperti sekarang ini dimasa pandemi Covid-19 harus tetap patuhi aturan protokol kesehatan,” jelas Sugeng.

Direktur Strategi BNPB Agus Wibowo menambahkan yang paling penting daripada kota tangguh adalah pimpinan daerah harus punya visi misi kearah kesana.

“Pimpinan daerah harus punya visi misi menuju kota tangguh. Selain itu pimpinan daerah perlu komitmen untuk tujuan ini karena dari sana perangkat daerah lainnya akan mengikuti arah program kerja pembangunan. Yang penting ada kemauan pasti ada jalannya. Pertemuan virtual ini sifatnya hanya motivasi sosialisasi dan nanti bisa dilanjutkan dengan workshop juga melalui buku sebagai panduan,” katanya.

Menurutnya langkah mendasar menuju Kota tangguh adalah Organisasi dan koordianasi, pengkajian sekenario resiko, rencana keuangan dan anggaran, pembangunan dan rencana kota yang tangguh, kawasan penyangga dan jasa-jasa ekosistem, kapasitas kelembagaan, kemampuan komunitas, infrastruktur pelindung, kesiap siagaan dan tanggap bencana, perencanaan pemulihan pasca bencana dan pembangunan lebih baik.(bay/don/kmf-smd)

Bagikan:

Related posts