Rumpun Asa Pertahankan Gunung Layung, Tim Terpadu Pemkab Kubar Segera Tinjau Area Tambang

Caption: Ketua Forum Sempekat Peduli Gunung Layung bersama warga Rumpun Asa saat melakukan aksi damai dihadapan Kantor DLH Kubar, Jumat (14/8/2020).

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Aksi damai dilakukan warga Rumpun Asa yang tergabung dalam Forum Sempekat Peduli Gunung Layung (FSPGL), mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Barat, sebagai bentuk penolakan terhadap perusahaan pertambangan PT Kencana Wilsa yang akan masuk di wilayah mereka.

Perusahaan tambang batubara itu, berencana melakukan eksplorasi di lahan seluas 321 hektare, yang membentang area Gunung Layung, wilayah Kampung Geleo Asa, Pepas Asa, Ongko Asa dan Geleo Baru, Kecamatan Barong Tongkok.

Ironisnya, di lahan yang luas itu, terdapat tanah adat yang juga menjadi sumber penghidupan warga yang masuk dalam Zona Tanaman Pangan dan Holtikultura. Apalagi lokasi pertambangan merupakan sumber air warga yang tak jauh dari pusat Ibu Kota Sendawar.

Ketua FSPGL Kornelius Detang menegaskan, warga khawatir dengan kehadiran perusahaan batubara milik PT Kencana Wilsa, akan menimbulkan bencana dan mengancam keselamatan warga. Sehingga ia meminta DLH Kubar untuk meninjau lokasi pertambangan di Gunung Layung.

“Kami sepekat melakukan aksi damai, untuk meminta DLH Kubar melakukan peninjauan kelapangan. Sebab, ada indikasi pelanggaran dari perusahaan tersebut,” ungkap Kornelis Detang kepada awak media di sela kegiatan aksi tersebut.

Berdasarkan berita acara hasil hearing di DPRD Kubar pada Rabu 22 Juli 2020. Lanjut Kornelis, terdapat 7 poin dari isi kesimpulan/hasil rapat atas penolakan warga rumpun asa kepada perusahaan pertambangan batubara milik PT Kencana Wilsa diwilayah mereka.

“Hari ini disepakati dari instansi terkait (DLH Kubar) untuk menijau lokasi tambang setelah peringatan HUT RI 17 Agustus mendatang. Perlu kita ketahui, warga yang menolak kehadiran tambang berasal dari Kampung Geleo Asa, Pepas Asa, Ongko Asa dan Geleo Baru. Bahkan warga Ombau Asa,” tandasnya.

Dalam aksi itu, tampak puluhan warga yang berorasi ditemui Asisten II Setkab Kubar Ayonius didampingi Kapolres Kubar AKBP Roy Satya Putra dan Kadis DLH Kubar Alisadikin, dijaga ketat oleh personel Polres dan Satpol PP Kubar.

“Bersama tim terpadu Pemkab Kubar kami sepakat akan meninjau lapangan sesuai permintaan warga. Tapi setelah peringatan 17 agustus mendatang,” ungkap Kadis DLH Kubar, Alisadikin dihadapan warga.

Sementara Ayonius mengajak warga untuk menahan diri agar tidak melakukan hal yang anarkis dan tetap menjaga situasi agar tetap kondusif di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Saya juga menghimbau kepada warga untuk tidak menyebarkan informasi di media sosial yang bisa membuat kegaduhan dikawasan lingkungan masyarakat. Karena jangan sampai antar warga kita terjadi perselisihan akibat penolakan ini,” pungkas Ayon.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts