Destinasi Wisata Andalan Mahulu, Kawasan Batu Dinding Bakal Dipercantik

Caption: Tampak sejumlah wisatawan lokal berfoto diatas armada speedbout berlatar belakang Batoq Tenevang atau Batu Dinding

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, terus memperkuat bidang pariwisata daerah melalui program strategis dalam upaya memperkuat indeks daya saing pariwisata atau travel tourism competitiveness index.

Untuk itu Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Mahulu, Kristina Tening mengatakan, salah satu potensi objek wisata Batu Dinding (Batoq Tenevang) merupakan destinasi wisata andalan yang rencananya akan dibangun fasilitas daya tarik wisatawan.

“Destinasi wisata batu dinding berlokasi di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun ini, telah ditinjau uji kelayakannya dari Badan Pusat Unggulan Pariwisata (BPUP) Universitas Udayana (Unud) Bali belum lama ini,” ungkap Kristina Tening, Rabu (21/10/2020).

Oleh karena itu Dispar Mahulu tinggal menunggu hasil survey uji kelayakan dari BPUP-Unud Bali, apa saja yang layak dibangun untuk menarik wisatawan berkunjung ke destinasi wisata andalan Kabupaten Mahulu.

“Rencananya Pemkab Mahulu akan membangun kereta gantung dari seberang sini ke batu dinding. Namun itu harus dikaji, apakah akan diminati wisatawan atau tidak. Sebab, kita harus melihat segmen pasarnya. Karena ekowisata disini sesuai segmentasi pasar Negara Eropa,” jelas Tening.

Untuk itu pihaknya telah membentuk tim yang akan berkoordinasi intens dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan indeks daya saing pariwisata yang dapat memenguatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mahulu.

Destinasi Wisata Andalan Kabupaten Mahakam Ulu

“Kita minta agar tim studi kelayakan BPUD Unud Bali membuat kuisioner. Guna menampung pendapat sejumlah pihak. Terutama Pemkab, juga para tokoh masyarakat dan adat. Sehingga program ini bisa berjalan dan dimulai pembangunannya tahun mendatang,” tuturnya.

Akan tetapi hasil studi kelayakan dan ilustrasi. Lebih menarik dibangun semacam Taman Budaya diseberang kawasan tersebut. Seperti gazebo dan infrastruktur lainya. Sehingga tidak merubah penampilan batu dinding sebagai begrown wisata.

“Sebab, konsep wisata di Mahulu berbasis ekowisata. Yaitu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan beraspek konservasi alam. Tak kalah penting jika objek wisata dibangun, maka sarana prasarana penunjang bagi wisatawan harus ada. Misalnya gazebo, home stay dan pusat kuliner,” imbuhnya.

Penulis : Riki

Editor   : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts