Peduli Pandemi, JNE Dukung Kolaborasi Bisnis Online UMKM Samarinda

Loading

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Lebih dari 60 juta UMKM di seluruh Indonesia terdampak pandemi Covid-19. Hal ini mendorong JNE untuk mendukung pengusaha kecil menengah agar mampu bangkit di masa sulit.

Sebagai mitra, JNE memfasilitasi para pelaku UMKM bisa bersaing di ranah digital mengingat keterbatasan aktivitas fisik untuk jual beli produk dan layanan.

Bekerjasama dengan MarkPlus, Inc., JNE menggelar webinar JNE Ngajak Online 2021 secara virtual guna pemberdayaan UMKM. Mengusung tema “Goll…aborasi Bisnis Online” diharapkan UMKM di Indonesia khususnya Samarinda memiliki kemampuan bersaing di dunia digital tidak hanya pada skala nasional namun juga global.

“Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, JNE turut berkontribusi dalam membantu UKM agar naik kelas dengan beragam program workshop gratis digital marketing,” ucap kepala Cabang JNE Samarinda Nandry Hidayat.

Kontribusi ini lanjutnya sesuai dengan kapasitas JNE sebagai perusahaan bisnis jasa logistik untuk terus melakukan langkah – langkah kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Sesuai dengan tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan.

“Pandemi memaksa seluruh pelaku usaha bertransformasi ke digital. Akselarasinya bahkan lebih dari 3 kali lipat. Semua dipaksa berpindah ke online secara cepat. Ini yang perlu dilakukan oleh UMKM jika ingin bertahan,” papar Senior Content Manager MarkPlus, Inc. sekaligus Vice Secretary General Indonesia Council for Small Business (ICSB) Ardhi Ridwansyah dalam webinar virtual pada Selasa, (26/1/2021).

Menurut Ardhi, permasalahan yang dihadapi UMKM tidak hanya soal modal usaha, tetapi kini mereka butuh pelatihan digital marketing. Banyak UMKM yang kolaps dan mati karena kurang kompetensi, sehingga kolaborasi antara program pemerintah dan pengusaha UMKM perlu dipersiapkan dengan orientasi jangka panjang.

“Ada tiga strategi dan kebijakan dari pemerintah yaitu kebijakan modernisasi usaha, digitalisasi mutlak, kebijakan stabilisasi manajemen usaha UMKM agar bisa mengikuti dinamika, dan kebijakan mengurangi kelemahan usaha kecil dan menengah,” papar Kasi Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Samarinda, Marsidah.

Menurutnya, pengusaha UMKM harus cepat beradaptasi, kreatif dan mengerti tentang kebutuhan pasar. Dominasi penyerapan tenaga kerja UMKM sangat tinggi hingga 97%. Hal ini dinilai mampu berdampak besar terhadap pergerakan perekenomian Indonesia sehingga pemerintah turut andil dalam mendukung UMKM lewat strategi dan kebijakan.

Sebagai informasi, gelaran webinar kali ini digelar di Samarinda padaSelasa, 26 Januari 2021 sebagai kota pertama yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan UMKM oleh JNE, sekaligus merayakan ulang tahun kota Samarinda ke-353 yang jatuh pada 21 Januari 2021 lalu.

Roadshow di 59 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.(*/dho)