Tekan Angka Covid Gunakan GeNose C19

Caption: Suasana coffe morning Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis serta beberapa Wakil Rakyat Bumi Batiwakkal bersama Insan Pers.

TANJUNG REDEB, Swarakatim.com – Jumlah pasien yang positif corona virus disease 2019 (covid-19) di Kabupaten Berau berdasarkan press release hasil Laboratorium covid-19 setiap harinya selalu ada penambahan.

Bahkan sampai dengan tanggal 28 Februari 2021 masih dalam perawatan mencapai dua ratus delapan puluh delapan (288) kasus dan meninggal dunia satu (1) orang sehingga total pasien covid telah meninggal sebanyak enam puluh dua (62) orang.

Melihat kondisi yang ada Bupati Bumi Batiwakkal, Sri Juniarsih saat diminta tanggapannya mengatakan selain terus dan semakin memperketat program yang telah diterapkan, kedepan untuk tekan angka covid akan gunakan alat pendeteksi bernama GeNose C19.

“Jadi selain terapkan wajib rapid antigen bagi masyarakat yang keluar masuk Kota Sanggam melalui udara, kedepan via laut dan darat juga segera diberlakukan. Selain itu kami juga akan gunakan GeNose C19 merupakan terobosan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Alat tersebut diharapkan bisa membantu percepatan mendeteksi seseorang positif atau negatif dari corona cukup melalui pernapasan dengan tingkat akurasi 97 persen ditambah biayanya cukup murah. Kalau tidak salah hanya sekitar Rp 20 ribu persekali tes. Insyaa Allah sangat terjangkau untuk masyarakat bisa membentengi diri sebelum terlanjur parah baru mengetahui,” ungkap Bupati saat coffe morning bersama awak media dikediamannya Jl Al Bina, Minggu (28/2)/2020).

Sementara untuk alat bernama GeNose ini tambah beliau, sudah inden guna pembelian delapam (8) unit. Dimana harga perunitnya sekitar Rp 70 juta.

“Besar harapan kami selain memperketat program lama ditambah adanya GeNose mampu membantu daerah kita tercinta ini cepat pulih dari dampak negatif covid-19. Utamanya lagi melalui program di awal ini kami berusaha angka kesembuhan masyarakat yang terpapar corona semakin meningkat dari yang positif. Kedepan saya juga akan membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki CSR untuk menggratiskan pemeriksaan melalui GeNose C19 ini agar maksimal dalam kita memerangi virus mematikan ini,” ujar Sri Juniarsih.

Hal itu intruksi Presiden RI untuk mengikuti vaksin itu adalah usaha pemerintah menekan penularan covid.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung dan siap lanjutkan pelaksanaannya. Namun ada pengecualian bagi alumni covid seperti saya tidak wajib vaksin. Prioritas yang harus menjalani vaksin yang belum perna terpapar. Diluar dari semua itu yang utama tetap saja wajib patuhi protokol kesehatan (prokes) karena tidak menutup kemungkinan kita bisa tertular walau sudah menggunakan vaksin,” imbuh Bupati lagi.

Berita berita membangun imunitas dan tidak henti hentinya mengingatkan masyarakat melalui berbagai media seperti inilah yang harus disampaikan ke masyarakat.

“Tujuannya tidak lain supaya masyarakat menyadari bahwa sangat penting menjaga imunitas tubuh dan daya tahan tubuh untuk senantiasa makan-makanan yang bergizi dalam rangka untuk menjaga kesehatan tubuh kita,” Sri Juniarsih sekaligus menjawab pertanyaan. (nht)

Loading

Bagikan: