Juli Target Belajar Tatap Muka, ini Ketentuannya Dari Disdikbud Kaltim

Kadisdikbud Kaltim H. Anwar Sanusi, S.Pd, M.Pd menjelaskan ke awak media terkait program tatap muka di bulan Juli 2021 mendatang, di kantor Dinas Pendidikan Kaltim Jalan Basuki Rahmat Sabtu (17/4/2021).

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan, guru, dosen, dan tenaga kependidikan sedang mengikuti program vaksinasi Covid-19 di beberapa media massa.

Hal ini pun telah diterapkan di wilayah pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan pencapaian itu diharapkan semua sekolah sudah membuka belajar tatap muka di Juli 2021.

Saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kaltim, Sabtu (17/4/2021), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltim H Anwar Sanusi, S.Pd, M.Pd menjelaskan yang dikatakan Mendikbud RI Nadiem Makarim ini tidak harus, namun apabila guru tersebut sudah mendapatkan vaksin sebanyak 2 kali dan telah mendapatkan pula sertifikat vaksin, maka diperbolehkan untuk melaksanakan tatap muka.

“Sebenarnya sekolah sudah siap 3 bulan yang lalu dan berdasarkan 4 SKB Menteri, baik terkait protokol kesehatannya, orang tuanya juga sudah meminta untuk dilaksanakan tatap muka, dan mayoritas masyarakat menginginkan hal tersebut,” lanjutnya.

Namun sebutnya harus ada ketentuan lainnya, seperti sekolah telah mendapatkan surat izin dari kedua orang tua murid, dan sekolah telah disterilkan dengan penyemprotan disinfektan.

“Namun kondisi di Kaltim saat ini masih zona merah, sementara tim gugus Covid-19 belum berani untuk memperbolehkan belajar sistem tatap muka ini,” katanya.

Ia mengatakan saat ini proses belajar ada yang daring dan tatap muka, untuk SMK dalam ujian prakteknya mesti tatap muka.

Anwar Sanusi menyatakan pula belum berani memastikan adanya kegiatan belajar tatap muka secara keseluruhan, karena permasalahannya pandemi Covid-19.

“Kalau pandemi ini berakhir, dipastikan akan dilaksanakan tatap muka, tetapi apabila para guru sudah divaksin dan murid sudah dipersiapkan dan di sekolah juga telah mempersiapkan physical distancing serta semuanya telah dipersiapkan sesuai protokol kesehatan, maka semuanya bisa jalan,” terangnya.

Ia mengemukakan pihak sekolah pun mengadakan tatap muka secara bergantian, sebagian tatap muka dan sebagian pula dilaksanakan secara daring.

Diterangkan pula bahwa saat belajar tatap muka, untuk sementara ini nantinya, tidak boleh lebih dari 50 persen pelajar yang hadir.

“Dalam pelaksanaan sistem belajar tatap muka, pihak sekolah wajib membuat jarak bangku pelajar, menyiapkan pula hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan di saat belajar pun wajib menggunakan masker,” paparnya.

Ia menegaskan sekolah diwajibkan menyiapkan masker, agar ketika masker yang digunakan murid tersebut dalam keadaan kotor atau rusak, segera di ganti yang baru.

“Dan Kantin sekolahnya dilarang dibuka, jadi para murid diharapkan membawa bekal sendiri dari rumah,” pungkasnya. (adv/AI)

Bagikan:

Related posts