Bersama KLHK, Lakukan Perawatan Pemantau Kualitas Udara

SAMARINDA, Swarakaltim.com
Setelah beroperasi September tahun 2020 lalu, peralatan pemantauan kualitas udara ambien otomatis atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (8/6/2021) telah dilakukan perawatan peralatan langsung oleh KLHK dan PT Duta Utama Senjaya.

“Bukan hanya mendapatkan bantuan peralatan, hingga saat ini perawatan peralatan kita masih disupport dari Kementerian LHK. Harapan kita, AQMS ini terus bisa memberikan manfaat jangka panjang,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Rosana.

Ia mengungkapkan pembangunan AQMS murni berasal dari APBN dari mulai biaya survey lokasi sampai operasionalnya saat ini. Pembangunan peralatan AQMS dimulai pada Juli 2020 dan beroperasi mulai September tahun 2020.

Ia menjelaskan, AQMS salah satu kegiatan dari Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK yang termasuk dalam program Langit Biru. Samarinda sendiri salah satu kota dari 40 kota terpilih yang mendapatkan bantuan peralatan AQMS.

AQMS terdiri dari peralatan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Automatis (SPKUA) yang terletak di Taman Lansia Segiri dan Layar Display Monitoring Kualitas Udara Ambien yang terletak di DLH kota Samarinda dan DLH Provinsi Kaltim.

“AQMS ini memantau 7 (tujuh) parameter kualitas udara ambient yaitu CO, NO2, SO2, PM2,5 , PM10, O3, dan HC. Selain itu suhu, kelembaban dan tekanan udara harian juga turut dipantau,” ungkap Rosa demikian Rosana disapa.

Bahkan lanjut Rosa, radius atau jarak pemantauan kualitas udara peralatan AQMS mampu menjangkau hingga 5 km dari sensor yang terpasang di SPKUA.

“Semua parameter kualitas udara yang dipantau AQMS bertujuan untuk mengetahui kualitas udara ambient secara realtime yang secara otomatis akan keluar di display dalam bentuk Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU),” katanya.

Ia merincikan, ISPU terdiri dari 5 (lima) kategori yaitu baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. Adapun nilai ISPU berhubungan erat dengan kesehatan masyarakat ditinjau dari kualitas udara yang dihirup setiap hari.

“Nilai ISPU yang ditunjukkan pada display monitoring kualitas udara menunjukkan kualitas udara pada saat itu (realtime) yang akan berubah setiap 30 menit,” imbuhnya.
Kualitas udara yang diukur oleh peralatan AQMD dapat di akses langsung melalui link: https://iku.menlhk.go.id/74/aqms/web/site/stasiun/samarinda. (dho)

Bagikan:

Related posts