18 Juni Munas MADN Berlangsung di Jakarta

Caption: Penyerahan piring putih dan mandau secara adat sebagai kesiapan bupati Kutai Barat FX Yapan mengabdi untuk masyarakat Dayak Nasional. Penyerahan dilakukan Hengky utusan FX Yapan kepada Syaharie Jaang.

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Setelah tertunda beberapa bulan, akhirnya Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ke V akan dilaksanakan di Jakarta, 18-20 Juni 2021.

“Saat ini kami sedang berada di Jakarta untuk mempersiapkan pelaksanaan Munas MADN. Berdasarkan kesepakatan pada Munas terdahulu, Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan giliran memimpin MADN,” ucap ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (DADKT) Zainal Arifin kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan DADKT beserta jajaran pengurusnya telan siap dan telah menyiapkan tokoh-tokoh Dayak Kaltim untuk menjadi Presiden MADN.

Di tempat terpisah, atas inisiatif dari ketua Dewan Pertimbangan Adat Dayak Kaltim yang ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Syaharie Jaang, diadakan rapat untuk mendengar aspirasi di sekretariat PDKT, Senin (14/6/2021).

“Rapat ini untuk mendengar aspirasi dari beberapa tokoh Dayak, siapa yang dicalonkan sebagai Presiden Dayak pada Munas MADN nanti,” ucap Syaharie Jaang.
Dari pertemuan ini, sebut Jaang hanya ada 1 calon yang menyatakan keseriusannya siap untuk menjabat dan mengabdi menjadi Presiden Dayak Nasional adalah bupati Kutai Barat FX Yapan.

“Bukti keseriusannya disampaikan secara adat Dayak dengan menyerahkan piring putih dan mandau sebagai simbol adat, serta memberikan kurikulum vitae dengan lengkap,” ungkap Jaang wali kota Samarinda periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Penyerahan piring putih dan mandau secara adat oleh Hengky sebagai utusan FX Yapan dari Dayak Benuaq menandakan kesiapan FX Yapan mengabdi untuk masyarakat Dayak Nasional.

Namun Jaang mengungkapkan pula dalam rapat ada yang mengusulkan nama lainnya tapi secara lisan saja. “Ada peserta yang mengusulkan pak Isran Noor (Gubernur Kaltim) juga. Tentunya ini akan kita akomodir,” ungkap Jaang.

Ada pula calon lain yang diusulkan dalam rapat dan calon tersebut juga mengikuti rapat. Seperti Frederik Bit mantan kepala BPBD Kaltim.

“Untuk itu Dewan Pertimbangan Adat Dayak Kaltim akan mempertimbangkan dari nama-nama calon yang diusulkan tadi dan nantinya akan merekomendasikan satu nama kepada DADKT. Kemudian calon itu oleh DADKT dibawa ke Munas MADN ke 5 di Jakarta dan siap menjadi Presiden Dayak Nasional periode 2021-2026,” pungkas Jaang.

Dalam rapat tersebut peserta rapat sepakat dan setuju serta siap mendukung, siapa pun nantinya calon presiden Adat Dayak yang terpilih dari Kaltim nanti di Munas MADN.

Rapat ini dihadiri pula tokoh-tokoh dayak seperti Jiu Hardi, Marthin Apuy, Rudyanto Sulisthio, Yulianus Henox, Abraham Ingan dan ketua umum Gerdayak Erika Siluq serta beberapa tokoh adat Dayak lainnya.(dho)

Editor : Redaksi

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts