Dapat Bantuan AQMS dari KLHK, Ini Kata Andi Harun

SAMARINDA, Swarakaltim.com
Samarinda salah satu kota dari 40 kota terpilih mendapatkan bantuan peralatan pemantau kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dimana telah terpasang pada tahun 2020. Tentunya menurut Wali Kota Samarinda Andi Harun ini bantuan luar biasa karena membantu warga Samarinda untuk mengetahui kondisi kualitas udara.

“Terima kasih kepada Kementerian LHK atas supportnya yang begitu penting bagi kami.
Pemasangan AQMS di wilayah kota Samarinda sangat baik dan bermanfaat untuk mengetahui kualitas udara ambient di wilayah kota Samarinda, khususnya di wilayah perkotaan yang semakin padat dengan aktifitas kendaraan,” ucap Andi Harun di ruang kerjanya, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, dengan adanya peralatan AQMS maka dapat diketahui sejauh mana kualitas udara yang dihirup masyarakat, yang ditunjukan melalui nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU), apakah sehat, sedang, tidak sehat atau berbahaya.

“Semakin sehat kualitas udara yang dihirup masyarakat, maka penyakit yang sering timbul akibat pencemaran udara seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) dapat dihindari,” ungkap Andi Harun yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Rosana.

Andi Harun juga mengatakan, seperti laporan yang diterimanya dari DLH, bahwa dari hasil pemantauan kualitas udara ambient dari peralatan AQMS sejak operasional sampai sekarang, kualitas udara kota Samarinda yang ditunjukan dalam nilai ISPU masuk dalam kategori baik.

“Semua parameter belum pernah menunjukkan nilai sedang atau tidak sehat,” tegas Andi Harun dibenarkan Rosana.

Oleh karena itu, lanjutnya kebijakan yang diambil sampai saat ini adalah mempertahankan nilai baik tersebut dengan kegiatan-kegiatan seperti menambah dan mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) di dalam kota Samarinda, memperbaiki manajemen lalu lintas untuk mengurangi potensi kemacetan lalulintas dan kegiatan lain yang berpotensi mempertahankan atau memperbaiki kualitas udara.

Disinggung rencana untuk pemasangan peralatan AQMS di lokasi lain di wilayah kota Samarinda, menurutnya akan melihat dari tingkat kebutuhan dan perkembangan kota Samarinda.

“Apabila mendesak dan sesuai dengan tingkat perkembangan kota yang berbanding lurus dengan tingkat pencemaran udara, maka peralatan AQMS dapat dipasang di lokasi lain,” tandasnya.

Namun, katanya lagi, untuk saat ini sesuai dengan RPJMD kota Samarinda, pengukuran kualitas udara ambient secara manual dilakukan setiap tahun oleh pemerintah kota Samarinda melalui DLH Kota Samarinda di 10 kecamatan dalam beberapa periode. (dho)

Bagikan:

Related posts