Penyebar Video Syur Gisel-Nobu Divonis Bui, Begini Jejak Kasusnya

JAKARTA, Swarakaltim.com – Dua penyebar video syur Gisella AnastasiaMichael Yukinobu Defretes (Nobu), Muhammad Nurfajar dan Priyo Pambudi alias PP dan MN divonis 9 bulan penjara dan denda Rp50 juta. Pihak pengacara terdakwa keberatan dengan vonis tersebut, begini perjalanan kasusnya hingga divonis 9 bulan.

Awalnya kasus video syur Gisel dan Nobu membuat heboh masyarakat pada akhir tahun lalu. Kasus tersebut bermula dari munculnya video seks berdurasi 19 detik yang diduga saat itu diperankan oleh Gisel.

Polisi pun segera menyelidiki kasus tersebut usai menerima adanya laporan. Dua orang inisial PP dan MN kemudian diamankan dan ditetapkan tersangka usai diketahui sebagai penyebar masif video tersebut.

Video itu direkam pada sekitar 2017 di salah satu hotel yang berada di Medan. Gisel sendiri disebut mengakui sempat mengirimkan video itu ke Nobu.

Gisel pun ikut dimintai keterangan oleh polisi. Usai dua kali diperiksa sebagai saksi, pada Selasa (29/12/2020) polisi menetapkan Gisel sebagai tersangka video syur tersebut.

Selain Gisel, polisi menetapkan Nobu sebagai pemeran pria di video itu sebagai tersangka karena diduga ada kelalaian hingga akhirnya video syur tersebut tersebar di publik. Kepada polisi, keduanya mengaku sebagai pemeran di video syur tersebut.

Polisi pun menetapkan Gisel dan Nobu dikenai wajib lapor. Sementara itu berkas kasusnya sendiri disebut masih berada di kepolisian.

2 Terdakwa Penyebar Video Syur Dituntut 1 Tahun

Sementara itu, terkait pelaku penyebar video syur Gisel dan Nobu, PP dan MN, berkas dua tersangka itu masuk ke persidangan. Kedua terdakwa PP dan MN penyebar video syur Gisel dan Nobu itu dituntut 1 tahun penjara. Jaksa menuntut terdakwa bersalah karena menyebarkan video berkonten asusila.

“Menyatakan terdakwa Priyo Pambudi tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” kata jaksa penuntut umum seperti dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021).

Ada dua terdakwa dalam kasus ini adalah Muhammad Nurfajar dan Priyo Pambudi. Jaksa Penuntut Umum menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun dan denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Priyo Pambudi dan Muhammad Nurfajar dengan pidana penjara selama 1 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan membayar denda sebesar Rp50 juta, apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama subsider selama 3 bulan kurungan,” dilansir SIPP PN Jaksel.

Kedua terdakwa dituntut melanggar Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (dalam dakwaan kedua penuntut umum).

Dua terdakwa penyebar video syur artis Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu, PP dan MN dituntut pidana penjara 1 tahun. Jaksa menilai perbuatan terdakwa meresahkan.

“Hal memberatkannya (perbuatan terdakwa) meresahkan masyarakat,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Sri Odit Megonondo saat dimintai konfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 9 bulan penjara kepada PP dan MN, penyebar video syur Gisella Anastasia-Michael Yukinobu Defretes. Keduanya dinyatakan bersalah menyebarkan video porno.

“Vonisnya 9 bulan penjara sama denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan, kalau dendanya tidak dibayar,” kata pengacara PP, Robert Sihotang, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/7/2021).

Sidang vonis digelar di PN Jaksel siang tadi. Dalam persidangan itu, keduanya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU ITE.(dtc/sk)

Editor : Redaksi

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts