Perpustakaan ORBIT SMA 7 Berau Siap Berlaga Ke Tingkat Nasional.

Suasana saat siswi Perpustakaan ORBIT SMA 7 Berau magang lakukan latihan membatik di Batik Maluang, yang saat itu hadir Ketua Dekransda Sri Aslinda, Plt Kepala Diskoperindag Salim.

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Setelah menjadi terbaik se Kalimantan Timur (Kaltim), melalui program inklusi sosial berbasis masyarakat dimana kegiatannya membatik khusus motif batik Berau. Upaya ini menjadi program unggulan Perpustakaan ORBIT karena ingin mengangkat kearifan lokal budaya sebenarnya yang hampir tidak diketahui oleh mereka yang ada di luar Berau. Dewan juri dari Provinsi juga sempat kaget saat penilaian, ternyata Berau ada motif batik sendiri. Keunggulan tersebut membawa Perpustakaan ORBIT serta beberapa program lain, siap untuk berlaga ke tingkat nasional Agustus mendatang. 

Mengungkapkan hal itu Kepala Perpusatakaan ORBIT SMA 7 yang berlokasi di Jl Kedaung Kecamatan Tanjung Redeb Qomariah Sabran, Kamis (22/7). “Sejauh ini guna mengembangkan kemampuan serta solusi pemasaran produk hasil karya anak didik kami sehingga menjalin kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (dekranasda) dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bumi Batiwakkal,” jelas Qomariah. Kebetulan lagi tambahnya, Ketua Dekranasda Berau Sri Aslinda Gamalis sangat mendukung kegiatan Perpustakaan ORBIT hingga akhirnya berjalan kerjasama tersebut sampai sekarang. “Mematangkan persiapan kami ke tingkat nasional, kami juga telah memagangkan anak didik kami di Batik Maluang,” tuturnya

Lanjut Qomariah, dari magang tersebut menghasilkan 10 potong kain batik dengan ukuran perpotong batiknya 2 meter. Dimana dari 10 kain batik berhasil dibuat anak didik Perpustakaan ORBIT, 5 potong merupakan batik tulis dan 5 potong lagi batik cap atau printing. Ilmu diperoleh dari magang tersebut kemudian di sekolah diimplementasikan dengan mengadakan kegiatan melibatkan masyarakat di sekitar sekolah. Sehingga dari kegiatan itu menghasilkan produk berupa sarung bantal, masker dan pernak pernik kecil-kecil batik. “Dimana hasil karya itu kami jual dan alhamdulillah mampu menjadi sumber penghasilan. Hal itu mendapat respon positif dari Bupati Berau, Ketua Dekranasda juga pihak-pihak terkait lainnya,” imbuh Qomariah. 

Suasana saat siswi Perpustakaan ORBIT SMA 7 Berau magang lakukan latihan membatik di Batik Maluang, yang saat itu hadir Ketua Dekransda Sri Aslinda, Plt Kepala Diskoperindag Salim.

Keunggulan lain Perpustakaan ORBIT ditengah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19), dimana tetap bisa dimanfaatkan oleh siswa siswi SMA 7 tampa harus datang ke sekolah. “Bagiaman, yakni kami memanfaatkan media promosi online memakai aplikasi library digital bekerja sama dengan Erlangga untuk membuka aplikasi itu kemudian mengisi koleksinya dengan koleksi yang ada di perpustakaan kami. jadi anak-anak didik kami dengan membuka handphone Android mereka bisa meminjam koleksi yang ada di perpustakaan kami,” masih Qomariah.  Selain itu aplikasi i-Berau yang terkoneksi dengan perangkat komputer, sehingga mereka meskipun tanpa harus berkunjung langsung ke sekolah karena mas pandemi. “Program i-Berau ini bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau.  Jadi pada saat pengunjung online ini menginstal aplikasi tersebut di Selulernya, mereka sudah bisa meminjam buku secara online,” tambahnya lagi.

Makanya pada saat dewan juri ditingkat Provinsi datang dan bertanya, apakah dimasa pendemi seperti ini perpustakaan ORBIT bisa dimanfaatkan dengan kata lain tetap beroperasional. “Ya kami bilang bisa, dengan cara seperti itu, online. selain itu jika ada siswa dari kecamatan jauh yang ingin belajar langsung secara Luring  juga kami terima, namun dengan Prokes yang ketat,” papar Qomariah. Sebab dalam ruangan perpustakaan ORBIT memiliki 45 unit komputer yang terkoneksi langsung dengan perpustakaan online, dan 2 komputer lainnya sebagai server. “Hal ini kami siapkan jika ada pengunjung atau siswa yang mencari materi dan tidak menemukan secara fisik di ruang perpustakaan maka bisa mencarinya melewati jaringan komputer secara online yang tersedia. kesiapan kami juga beberapa hari lalu telah disampaikan ke Bupati Ibu Sri Juniarsih, kami didampingi juga oleh Plt Asisten I yang juga merupakan Kepala Dispusip Berau Hendratmo saat menghadap ,” ujarnya sekaligus mengakhiri perbincangan. (nht)

Bagikan:

Related posts