Andi Sri Juliarty : Keterisian Rumah Sakit Mengalami Penurunan 30 persen

Andi Sri Juliarty Kepala DKK Kita Balikpapan saat di wawancarai swarakaltim.com disela sela vaksinasi di BSCC atau Dome, Senin (9/8/2021).

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Dinas Kesehatan kota Balikpapan mendata selama perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari 3 Agustus hingga 9 Desember telah terjadi penurunan di tempat isolasi terpadu hingga 60 persen, sedangkan keterisian rumah sakit dari 70 persen mengalami penurunan 30 persen.

“Selama penerapan PPKM Level 4 dua minggu lalu, terjadi penurunan kasus di minggu lalu. Terjadi penurunan di tempat isolasi terpadu sekitar 60 persen. Sedangkan angka kasus Covid mencapai 400 kasus sebelumnya mencapai 500 kasus. Sementara itu, untuk keterisian rumah sakit turun mencapai 30 persen,” tegas Andi Sri Juliarty Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan saat di wawancarai swarakaltim.com disela sela vaksinasi di BSCC atau Dome, Senin (9/8/2021).

Andi biasa disapa Dio mengaku, Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud juga telah mengintruksikan Camat, Lurah, pihak Puskesmas, jika ada warga yang terpapar Covid-19 untuk segera memanfaatkan tempat isolasi terpusat yang disiapkan Pemkot Balikpapan seperti di Asrama Haji, Hotel Grand Tiga Mustika, Wisma yang bisa dimanfaatkan warga untuk menjalani isolasi.

“Untuk ketersediaan obat –obatan dipastikan tetap tercukupi, sehingga warga yang menjalankan isolasi mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit akibat terpapar Covid-19 tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dio mengungkapkan, untuk pemenuhan kebutuhan obat-obatan bagi pasien Covid-19 di Balikpapan ada dua sumber pertama dari APBN dan APBD. Obat-obat yang bersumber dari APBN di fokuskan dan telah distribusinya ke seluruh 11 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19.

“Bagi pasien-pasien yang di rawat di tempat isolasi terpusat dan isolasi mandiri diberikan obat bersumber dari APBD Kota Balikpapan,” ungkapnya.

Dio menambahkan, berdasarkan informasi dari pusat akan ada perubahan terapi khususnya pada penggunaan osaltamifir menjadi favipiravir. Perubahan obat terapi ini, menyesuaikan dengan jenis varian virus yang ada sekarang. Dio menambahkan, informasi yang ada akan ada pengiriman obat-obatan dalam jumlah yang besar ke Kaltim termasuk ke Balikpapan karena kasusnya covid nya banyak dan masuk ke area PPKM level 4.(SIS)

Bagikan:

Related posts