PT BSJ Menuju Swasembada Daging di Kaltim IKN 2024

Caption : Direktur PT BSJ Kaltim, Suparlan didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemkab Kubar Sapriansyah, dalam rapat arahan anggota kelompok ternak sapi di Kubar, Jumat (10/9/2021).

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Program swasembada daging sapi yang dicanangkan untuk menuju IKN 2024 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2024 mendatang, merupakan bagian dari sasaran utama pembangunan pertanian dan peternakan di bumi etam.

Oleh karena itu, berbagai cara telah dilakukan koperasi ternak PT Berkah Salama Jaya (BSJ-Kaltim) untuk mendukung hal tersebut. Mulai dari produsen sisten penggemukan sapi. Kini telah mempersiapkan kurang lebihnya 50 hektare lahan pembenihan bibit sapi unggul di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Hal itu dilakukan PT BSJ demi untuk meningkatkan populasi sapi potong demi keberhasilan program swasembada daging sapi di Kaltim. Sebab, peningkatan populasi sapi melalui upaya perbenihan, khususnya inseminasi buatan (IB), masih merupakan pilihan utama disamping pembibitan rakyat dengan cara alami.

“Untuk lahan khusus kandang perbenihan sapi, sudah kita siapkan di sejumlah wilayah tingkat Kecamatan di Kubar. Seperti di Long Iram, Tutung, Temula dan Kampung Terajuk,” tutur Direktur PT BSJ Kaltim, Suparlan kepada wartawan, usai memimpin rapat kelompok ternak sapi di Kubar, Jumat (10/9/2021).

Dalam rapat arahannya itu, Suparlan menyebut banyak hal yang perlu disiapkan oleh anggota kelompok ternak sapi binaan PT BSJ Kaltim. Mulai dari mempersiapkan kecukupan pakan ternak, serta instensifikasi lahan pengembalaan merupakan syarat keberhasilan program swasembada daging menuju IKN tahun 2024 mendatang.

“Kebutuhan daging sapi di pasaran berdampak pada kenaikan inflasi. Oleh karena itu, guna menekan angka inflasi, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi sapi. Sehingga kubar khususnya Kaltim, dapat memenuhi kebutuhan konsumen di pasaran,” jelas Suparlan yang juga Ketua PSHT Pusat Madiun Kubar itu.

Kata dia, usaha pembibitan sapi potong adalah usaha untuk memperoleh bibit berkualitas penyediaan sapi potong yang akan digunakan sebagai sumber konsumsi manusia. Pengembangan usaha ini membutuhkan koordinasi dan kerjasama sinergitas antara pemerintah,stakeholders terkait, dan masyarakat/peternak.

“Program swasembaa daging sapi telah didukung Pemkab Kubar dibidang peternakan. Selain itu PT BSJ telah berkaloborasi dengan PT Pertamina melalui CSR dan Smepp Mor VI dengan system penggemukan sapi 3 bulan yang telah sukses ditahap awal tahun ini tadi,” imbuh Suparlan.

Ia juga menjelaskan untuk saat ini, PT BSJ Kaltim telah memiliki 17 kelompok ternak sapi di Kubar, yang disasar melalui program kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BRI, BNI dan Bank Bukopin yang siap mensupport anggota kelompok ternak di Kaltim.

“Semoga usaha dibidang peternakan ini sukses menuju swasembada daging pada IKN 2024 mendatang, dan dapat mengurangi impor daging dari daerah luar. Dengan demikian dapat melengkapi kebutuhan sapi nasional dan pemerataan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat petani ternak di Kaltim,” pungkasnya.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts