BPDPKS Beri Pelatihan Jurnalis Se-Kalimantan Terkait Dunia Industri Perkebunan Kelapa Sawit.

Foto : Kegiatan pembukaan BPDPKS Juornalist Fellowship & Training 2021 Batch 2 Kalimantan oleh Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS Edi Wibowo dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun, Jum’at (12/11/2021).

Wakil Ketua Dewan Pers Sebut Jurnalis Beri Informasi Bermanfaat Ke Masyarakat

BANJARMASIN, Swarakaltim.com – Dalam rangka penguatan kemitraan dengan para Journalis guna dapat menyebarluaskan informasi yang baik agar masyarakat mengetahui bahwa dengan hadirnya industri kelapa sawit sangat bermanfaat bagi masyarakat di segala aspek kehidupoan yang berkelanjutan.

Hal tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar kegiatan Journalist Fellowship & Training Batch II 2021 di Galaxi Hotel Jalan A. Yani KM 2,5 No.138, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jum’at (12/11/2021).

Kegiatan BPDPKS Journalist Fellowship & Trainig 2021 Batch 2 Kalimantan ini, dibuka langsung oleh Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS Edi Wibowo dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun. Dengan di ikuti 40 media cetak dan online seKalimantan baik secara luring dan daring yang dilaksanakan mulai pagi hari hingga sore.

Dengan materi sebagai berikut, pada sesi pertama Materi I terkait “Kontribusi Sawit bagi Perekonomian Nasional” yang disampaikan oleh Tofan Mahdi Ketua bidang Komunikasi GAPKI, lanjut Materi II terkait “Isu dan Tantangan Kelapa Sawit di Pasar Global” oleh Dr. M. Fadhil Hasan Ketua Bidang Luar Negeri GAPKI, dan Materi III terkait “Kontribusi Sawit bagi Peningkatan Kesejahteraan Petani,” oleh M. Goldenmeir Mektania B.Com Devisi komunikasi Internal dan Eksternal DPP Apkasindo.

Foto : Sesi Pertama pemberian materi kepada Peserta BPDPKS Juornalist Fellowship & Training 2021 Batch 2 Kalimantan.

Dan pada sesi Kedua Materi IV terkait “Sejarah dan Status Lahan Perkebunan Kelapa Sawit” dan pameteri dilakukan oleh Yanto Santosa, Guru Besar Fak. Kehutanan IPB, Materi V : “Pengenalan ISPO dan Implementasi ISPO di Perkebunan Kelapa Sawit” yang disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan/Ketua Sekretariat Pelaksana RAN KSB Dedi Djunaedi, serta materi VI : “Sawit Sumber Energi Terbarukan” yang dibawakan oleh Paulus Tjakrawan Ketua Harian APROBI.

Dan pada setiap selesai pemaparan, para peserta diberikan waktu untuk menanyakan seputar persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat yang saat ini terjadi di lingkungan industri kelapa sawit kepada pemateri.

Usai kegiatan ini dilanjut dengan game kahoot dan serta para peserta jurnalis mendapatkan penjelasan lomba penulisan artikel sawit.

Foto : Sesi Kedua pemberian materi kepada Peserta BPDPKS Juornalist Fellowship & Training 2021 Batch 2 Kalimantan

Dalam memberikan sambutan pembukaan kegiatan BPDPKS Journalist Fellowship & Training Batch 2 Kalimantan ini, Plt Direktur Kemitraan BPDPKS Edi Wibowo menyampaikan bahwa kelapa sawit salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat Indonesia.

“Selain itu pula industri perkebunan kelapa sawit juga dapat menciptakan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia, sebab dari pemanfaatannya bukan hanya untuk bahan pangan, tetapi dapat diolah menjadi bahan baku kosmetik dan energy terbarukan,” lanjutnya.

Di ketahui bahwa kelapa sawit juga salah satu komoditas ekspor Indonesia sebagai penghasil devisa negara dalam bentuk crude palm oil atau CPO sesudah minyak dan gas di kancah internasional.

Edi Wibowo kembali memaparkan bahwa perkebunan kelapa sawit bisa memberi manfaat dalam peningkatan pendapatan petani dan masyarakat, produksi yang menjadi bahan baku industri pengolahan dan menyediakan kesempatan kerja.

“dan terbukti sampai dengan hari ini 43 persen perkebunan kelapa sawit di miliki masyarakat lokal sisanya dikuasai perusahaan besar swasta,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun menambahkan bahwa Isu menohoknya itu selalu seputar lingkungan, deforestasi, kesehatan, kesenjangan sosial, infrastruktur pendukung, hingga hambatan ekspor.

“Saya berharap para jurnalis yang mengikuti kegiatan ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat dan dapat membantu pembangunan industri kelapa sawit,” pungkasnya. (AI)

Loading