BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Sebagai persiapan menghadapi bencana Hidrometereologi yang terjadi kota Balikpapan., Pemerintah kota menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometereologi yang digelar di Lapangan Merdeka. dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Balikpapan, Suseno , apel kesiapsiagaan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo agar Pemerintah Daerah dapat melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana meteorologi.
“Bencana tentu tidak kita inginkan terjadi, akan tetapi, sikap waspada dan siaga perlu selalu dikedepankan, karena potensi kebencanaan dapat muncul setiap waktu, dan kesiapan dalam menghadapinya sangat penting demi menghindari jatuhnya korban jiwa atau kerusakan yang menimbulkan kerugian berupa harta atau benda,” tegas Suseno.
Suseno menjelaskan, berdasarkan info dari BMKG Kota Balikpapan bahwa cuacanya cenderung hujan, sehingga harus menyiapkan kesiapsiagaan supaya masyarakat merasa dapat hidup nyaman tanpa ancaman kebencanaan. “Salah satu bencana Hidrometeorologi di Kota Balikpapan yang paling banyak terjadi sepanjang tahun 2021 adalah kejadian tanah longsor yaitu 58 kali.Rata-rata longsor terjadi didaerah pemukiman, hal ini mengingat Balikpapan 85 persen berbukit-bukit,” ungkapnya.
Suseno mengungkapkan,adapun perhatian serius,guna mengantisipasi longsor adalah turap yang terbuat dari kayu, apabila sudah rapuh harus di ganti. Kemudian, turap yang terbuat dari beton apabila sudah pecah segera diperbaiki agar tidak banyak yang rusak. Selain tanah longsor, Balikpapan berpotensi bencana banjir dan angin puting beliung.
“Kami mencatat kejadian banjir di Kota Balikpapan pada tahun 2021 berjumlah 30 kejadian.Sedangkan,kejadian angin puting beliung sebanyak satu kejadian,” tutupnya.
Berita sebelumnya, Sebanyak 350 personel terdiri dari semua lembaga diantaranya dari TNI, Polri, BMKG, relawan termasuk media, mengikuti apel kesiapsiagaan Bencana Hidrometereologi dan Bencana yang dilaksanakan di lapangan Merdeka, belum lama ini. Adapun tujuan kegiatan apel tersebut agar mampu melaksanakan penanggulangan bencana secara cepat, terarah, terpadu dan mampu meminimalisir dampak korban yang disebabkan oleh bencana.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Sayid MN Fadli, Pemerintah kota dalam menghadapi ancaman bencana dengan mengerahkan semua potensi yang dimiliki daerah yang terdiri dari tiga pilar penanggulangan bencana seperti unsur pemerintahan, dunia usaha dan masyarakat. Adapun hal terpenting dalam membangun kesiapan kami menghadapi bencana adalah meminimalisir dampaknya bagi korban jiwa, korban luka serta berbagai bentuk kerugian lainnya.
“Berdasarkan hasil Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan, sepanjang tahun 2021 hingga tanggal 2 Desember 2021 telah terjadi bencana hidrometeorologi sebagai berikut bencana banjir 30 kali. Kemudian, kejadian tanah longsor 58 kali, kebakaran hutan 16 kali dan kejadian angin puting beliung satu kali kejadian,” tegas Fadli.
Fadli menjelaskan, pemerintah kota berkewajiban melakukan langkah kesiapsiagaan dan menyusun upaya penanggulangan bencana yang bersinergi antara lembaga instasi organisasi terkait yang berada di kota Balikpapan. Oleh karena itu , koordinasi dan kolaborasi untuk mewujudkan integritas dalam penangulangan bencana sangat perlu di tingkatkan untuk memaksimalkan potensi dalam penanggulangan bencana di kota Balikpapan. Untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini membantu pemerintah kota dalam penanggulangan bencana.(*/SIS)