Wali Kota Balikpapan Berharap Proyek RDMP Dapat Menyerap Tenaga Pekerja Lokal

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud kembali mengingatkan kepada Manajemen RDMP PT Kilang Pertamina Balikpapan, supaya melibatkan tenaga pekerja lokal. Hal ini bertujuan, agar pekerja lokal mendapatkan kesempatan bekerja di RDMP.

“Kedatangan mereka untuk menyampaikan proyek strategis nasional RDMP minta dukung Pemkot dan kami mendukung karna projek RDMP kilang juga icon kota Balikpapan,” ujar Rahmad Mas’ud, kepada awak media,belum lama ini

Lanjut Rahmad, manajemen RDMP bisa tetap menggunakan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Bahkan, jika perlu pihak RDMP akan memberikan pelatihan untuk welder, serta membuka kesempatan kepada putra-putra Balikpapan yang diperlukan dan pemanfaatan CSR nya.

“Kami berharap tidak hanya omongan dan managemen RDMP betul betul berkomitmen  menggunakan tenaga kerja lokal yang memiliki sertifikasi yang mereka perlukan,” tegasnya.

“Meskipun diakui boleh kita menuntut pekerjaan tapi ada juga perusahaan yang memiliki standar-strandar untuk tenaga kerja mereka,” tegasnya.

Rahmad mengaku, telah berkoordinasi dengan RDMP untuk berkolaborasi dengan pemerintah melalui Perusda Manuntung Sukses.

“Ya, tentunya kita berharap dapat mengarahkan ke provit, tanpa mengesampingkan dan menggandeng pengusaha lokal Balikpapan,” ujarnya.

Untuk diketahui, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyebut progres Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur telah mencapai 43 persen pada akhir Oktober 2021.

Proyek yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2024 untuk fase pertama ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari saat ini 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama PT KPI Suwahyanto mengungkapkan bahwa kinerja progres RDMP Balikpapan telah melampaui target 43.03 persen.

“Hingga akhir Oktober, RDMP Balikpapan berhasil melakukan realisasi lebih besar 0.25 persen dari target reforecast, di mana realisasi proyek mencapai 43.28 persen. Percepatan ini didukung oleh percepatan delivery peralatan Long Lead Item (LLI) yang mayoritas telah tiba di Balikpapan tahun 2021,” tutup Suwahyanto.(*/SIS)

Loading