Foto suasana saat PB Porprov Kaltim sedang melaksanakan rapat bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Sekkab Berau M Gazali, Asisten 3 Sekkab Berau Maulidiyah, Kepala Dispora Amiruddin, Selasa (2/2/2022).
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII tahun 2022, yang akan diselenggarakan di Kabupaten Berau terancam mundur, bahkan dibatalkan pasalnya masih terkendala anggaran. Hal tersebut terungkap saat rapat Pengurus Besar (PB) Porprov Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Sekkab Berau M Gazali, Asisten 3 Sekkab Berau Maulidiyah, Kepala Dispora Amiruddin, Kepala Dinas (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Berau Taupan Madjid Wakapolres Kompol Ramdhaniel, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Al-Hamid bertempat di ruang Kakaban kantor Bupati Berau Jln APT Pranoto Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (2/2/2022).
Bupati Berau, Sri Juniarsih menceritakan, awalnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan mendukung anggaran sebesar Rp. 100 miliar. Namun saat dikonfirmasi ke pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim anggaran yang tersedia hanya Rp 25 miliar. Walaupun sempat ada penurunan hasilnya tetap segitu, tapi kita tetap berusaha bisa naik menjadi Rp. 75 miliar, papar petinggi Bumi Batiwakal. Oleh karena itu, Bupati menyarankan pelaksanaan Porprov diundur di tahun 2023. Alasannya belum ada kepastian anggaran dari provinsi dan persiapan lebih matang. Jadi pada kesempatan rapat hari ini, kita harus persiapkan plan A seperti apa, dan plan B juga seperti apa, jadi ketika nanti kita bertemu dengan pihak Provinsi kita sudah ada beberapa alternatif pelaksanaan Porprov dengan segala kondisi, ujar Sri Juniarsih.
Namun wacana kemunduran disayangkan Ketua KONI Berau, Al Hamid menyampaikan, jika pelaksanaan Porpov dimundurkan atau bahkan dibatalkan, resikonya nama berau tercoreng. Kendati begitu, dia tetap optimis bisa terselenggara di tahun 2022. Masih banyak cara untuk mengatasi hal tersebut, contohnya bisa menggunakan pihak ke 3 atau swasta yang ada di sini, tutur Ketua KONI. Dirinya mengingat kejadian di Sangatta tahun 2015 waktu itu kekurangan anggaran untuk kontingen Berau, masalah bisa terselesaikan dengan mendatangi perusahaan bersama Bupati sebelumnya. Oleh karena itu, kami tetap yakin Porpov bisa terselenggara sesuai yang kita harapkan, tanndasnya.
Al Hamid juga menambahkan bahwa nilai Rp 25 miliar dari Provinsi Kaltim yang dihibahkan kepada PB Porprov Berau sudah cukup jika terpaksa untuk membiayai Proprov 2022. Akan tetapi Ketua KONI berharap jika ada kekurangan jangan sampai menggunakan dana dari APBD Berau. “Kita meminta lebih agar tidak menggunakan anggaran dari APBD II dengan tetap mengupayan dari Bankeu untuk membangunan beberapa bangunan pendukung pelaksanaan Porprov,ungkap Alhamid. Lanjut beliau bahwa kedepannya tinggal dari Bupati untuk meminta support dari pihak ketiga. “Semoga saja ada kabar baik dari Pemerintah Provinsi, agar dana yang ada tidak terlalu mepet jika memang Porprov harus digelar tahun ini, pungkasnya. (Nht/Fdl).