Rahmad Masud : Kebakaran Kilang Minyak Diharapkan Tidak Kembali Terjadi

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com – Walikota Balikpapan Rahmad Masud sangat prihatin dengan kebakaran kilang yang terjadi pada 15 Mei lalu, yang mengakibatkan 5 pekerja luka dan 1 orang pekerja kontraktor meninggal dunia.

“Kebakaran yang terjadi di pertamina diharapkan tidak kembali terjadi dan harus di jaga bersama sama. Karena, kilang terbakar bukan hanya menyangkut keselamatan para pekerja, namun juga masyarakat sekitar kilang minyak,” tegas Rahmad kepada awak media, Rabu(18/5/2022).

Rahmad menjelaskan, pihaknya kini masih menunggu laporan Pertamina terkait kebakaran kilang minyak Balikpapan.Apakah penyebabnya dikarenakan human eror, kesalahan tekhnis atau hal lain. “Saya telah berkomunisasi dan belum diketahui penyebabnya,” tegasnya.

Lanjut Rahmad, pihaknya tidak akan menyurati pertamina,namun akan berkoordinasi dengan manajemen Pertamina dan diharapkan tidak kembali terjadi lagi. ”Apabila ada yang komplain oleh masayrakat sekitar, maka yang jelas kilang pertamina sudah ada sebelum ada pemukiman,” tegasnya.

Perlu diketahui, satu orang tewas dan lima orang terluka dalam peristiwa kebakaran dan ledakan yang terjadi di Kilang Pertamina Balikpapan pada 15 Mei 2022. Adapun korban meninggal merupakan karyawan kontraktor. Menurut General Manager Kilang Pertamina Balikpapan , Wahyu Sulistyo Wibowo, dari lima korban luka, tiga orang merupakan karyawan Pertamina dan dua lainnya karyawan kontraktor. Ketiga karyawan Pertamina menderita luka bakar dan dirawat intensif di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Kedua karyawan kontraktor sudah boleh pulang, setelah dirawat di RSPB. “Kami sangat berduka dan menyampaikan rasa berbelasungkawa yang mendalam pada keluarga korban,” kata Wahyu.

Lanjut Wahyu, pihaknya memastikan Kilang Balikpapan dan perusahaan tempat korban bekerja akan memberikan penanganan terbaik berkenaan dengan hak-hak korban tersebut dan keluarganya seraya menyiapkan kebutuhan lain yang diperlukan.” Kami memohon maaf kepada keluarga karena upaya perawatan maksimal yang diberikan tidak dapat menyelamatkan korban,” ujarnya.(*/db)

Loading