Heria Prisni : Penyakit PMK Belum di Temukan di Balikpapan

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com – Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Balikpapan Heria Prisni memastikan belum ada temuan sapi di peternak Balikpapan terkena penyakit mulut dan kuku. Karena, kini DP3 terus melakukan pemeriksaan keliling dengan mengambil sample darah sapi ke peternak sapi yang ada di Balikpapan,untuk kemudian di kirim ke Surabaya. “Sample darah sudah diambil dan dikirim ke surataba, karena pemeriksaan di Balikpapan tidak ada. Tapi kemarin bersama tim medis dokter hewan dari banjarbaru,” kata Heria kepada awak media.

Heria menjelaskan, kini stok sapi yang ada di Balikpapan mencapai 1100 sapi. Pegawai DP3 terus memberikan himbauan kepada peternak sapi untuk memberikan antibodi dan vitamin kepada sapi. Selain itu,peternak sapi diminta untuk benar benar memberikan makan yang sedang lemas. Sehingga terhindar dari penyakit mulut dan kuku. “Sapi kita hanya 1100 sapi, sedangkan keperluan kota Balikpapan mencapai 2000 lebih sapi,” tegasnya.

Heria menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan sapi oleh tim, maka sapi itu akan terdata dan dinyatakan sehat. Sejauh ini kementerian untuk sementara melockdown sapi dari sulawesi,aceh dan jawa timur. Hal ini bertujuan, guna mengantisifasi semakin meningkatnya angka sapi terkena penyakit mulut dan kuku. “Penularan PMK sangat cepat , dan apabila ada sapi demam di atas 41 derajat dan cepat cepat diperiksa. Pemeriksaan sama seperti Covid 19 dengan memeriksa liur sapi,” katanya.

Sementara itu, Walikota Balikpapan Rahmad Masud mengaku, meskipun penyakit mulut dan kuku oleh sapi belum ditemukan di Balikpapan, namun kewaspadaan akan terus di tingkatkan. “Langkah antisifasi dengan berkomunikasi dengan dinas kesehatan dan dinas pertanian pangan dan perikanan,” ujarnya.

Rahmad menambahkan, menjelang hari Raya Idul Adha pengawasan terhadap sapi akan terus ditingkatkan, namun kini, pihaknya masih menunggu arahan dan prosedur terlebih dahulu.(*/db)

Bagikan:

Related posts