Jelang Lebaran, Pertamina Tambah Stok Pasokan LPG dan BBM

Loading

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Konsumsi gas minyak cair atau Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan meningkat jelang Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pertamina menambah stok pasokan LPG dan BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Di wilayah Kalimantan, Pertamina menambah stok LPG 3 kilogram (kg) hingga 4,6 persen demi mengantisipasi kebutuhan rumah tangga yang meningkat selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2023.

General Manager Eksekutif Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, M Taufiq Setyawan memaparkan, konsumsi harian normal LPG di Kalimantan adalah 1.708 metrik ton atau sebanyak 569.333 tabung.

“Tambahan 4,6 persen berarti menjadi 1.788 metrik ton atau 596.000 tabung. Penambahan penyaluran LPG 3 kg tersebut mulai dilakukan sejak minggu pertama April ini,” ungkap Taufiq dikutip dari Antara.com, Minggu (16/4/2023).

Untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri, penambahan pasokan sebanyak 6,4 persen. Dari 373 metrik ton atau sebanyak 124.333 tabung menjadi 397 metrik ton atau setara 132.333 tabung.

Taufik melanjutkan, selain penambahan penyaluran Pertamina juga menyiapkan agen dan pangkalan siaga guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan LPG.

Sebanyak 343 agen LPG dan 1.122 pangkalan, pengecer maupun gerai disiagakan di seluruh wilayah Kalimantan. Pertamina juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan distribusi BBM.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLJAR) setempat untuk antisipasi daerah rawan macet, situasi perbaikan jalan, termasuk area keluar-masuk lokasi Terminal BBM. Termasuk Koordinasi dengan bank untuk memperlancar proses keuangan khususnya di saat hari libur.

“Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG tersebut kami membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 1 April hingga 2 Mei 2023 di kantor Regional dan seluruh lokasi titik penyaluran BBM dan LPG yang di Kalimantan,” terang Taufiq.

Wilayah kerja Satgas ini melingkupi seluruh provinsi di Kalimantan. Yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Sama seperti LPG, BBM pun diperhitungkan akan mengalami kenaikan konsumsi. Perkiraan Pertamina, kenaikan itu mencapai 7,6 persen untuk BBM jenis gasoline yaitu Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Serta kenaikan 1,5 persen untuk gasoil yaitu solar, Pertadex, dan Dexlite.

“Khusus untuk Kaltim, kenaikannya 10,4 persen gasoline dan 1,2 persen gasoil, dan 5,2 persen LPG,” jelas Taufik.

Meski demikian, ia menyebut konsumsi gasoil tidak naik signifikan karena mesin-mesin industri justru libur selama menjelang hingga beberapa hari setelah Idul Fitri.

Secara lebih rinci, peningkatan stok Pertalite adalah sebesar 8,10 persen. Dari konsumsi normal harian sekitar 6.561 kilo liter (KL) per hari menjadi 7.092 KL per hari untuk seluruh wilayah Kalimantan. Untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok Pertalite sebesar 10,41 persen dari konsumsi normal harian sekitar 1.784 KL per hari menjadi 1.970 KL per hari.

Untuk BBM jenis Pertamax kenaikannya sebesar 4,2 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 890 KL per hari menjadi 927 KL per hari di wilayah Kalimantan.

Untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok Pertamax 10,3 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 221 KL per hari menjadi 244 KL/hari.

Peningkatan konsumsi Pertamax Turbo diperkirakan sebesar 2,5 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 25 KL per hari menjadi 25,7 KL per hari di seluruh Kalimantan.

“Untuk Kaltim peningkatan stok Pertamax Turbo 5,2 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 10,3 KL per hari menjadi 10,8 KL per hari.”

Rincian kenaikan untuk BBM gasoil yaitu untuk solar sebesar 1,5 persen dari konsumsi normal harian sekitar 2.689 KL per hari menjadi 2.730 KL per hari di wilayah Kalimantan. Untuk Kalimantan Timur, peningkatan stok solar 1,5 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 632 KL/hari menjadi 641 KL per hari.

Dexlite diperkirakan naik konsumsinya sebesar 1,2 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 439 KL per hari menjadi 444 KL per hari di wilayah Kalimantan dan untuk Kalimantan Timur saja tidak mengalami kenaikan sehingga tetap disalurkan sebesar 150,7 KL per hari

BBM Pertamina Dex atau Pertadex kenaikannya dihitung sebesar 2,1 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 45 KL per hari menjadi 45,9 KL per hari di wilayah Kalimantan. Untuk Kalimantan Timur, konsumsi Dex cenderung meningkat mendekati 1 persen dari konsumsi normal atau sekitar 15,1 KL per hari menjadi 15,2 KL per hari.

Untuk penyaluran langsung ke masyarakat, Pertamina menyiagakan  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 114 SPBU. Tersebar di Kalimantan Timur sebanyak 19 SPBU, Kalimantan Barat 46 SPBU, Kalimantan Tengah 15 SPBU, Kalimantan Utara 3 SPBU, dan Kalimantan Selatan 31 SPBU.

“Seluruh SPBU siaga ini akan beroperasi selama 24 jam dan akan mulai menimbun stoknya sejak sepekan sebelum Idul Fitri,” pungkas Taufiq.  (*adv-diskominfo kaltim/ dho)