Kebut Perbaikan Jalan Berlubang, Tahun Ini Pemkot Punya UPTD Pemeliharaan Jalan dan Pemeliharaan Drainase

Loading

Andi Harun saat memimpin rapat di Anjungan Karamumus Balaikota

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Agar tidak ada lagi jalan berlubang di Samarinda, kini pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pemeliharaan jalan dan  pemeliharaan saluran drainase dibawa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Samarinda sudah didepan mata.

Jika tidak ada aral melintang, tahun ini bakal dilantik pucuk pimpinan untuk dua UPTD tadi. Melalui rapat pembahasan persiapan operasionalnya yang berlangsung di Balai Kota, Rabu (10/5/2023) sore tadi, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun memberikan masukan, selain melakukan perawatan jalan, tupoksi kerja dari UPTD ini juga bisa menyasar pada perawatan jembatan.

“Karena saya perhatikan banyak jembatan di Samarinda juga perlu dilakukan pemugaran warna, dan saya berharap UPTD ini nanti bisa mengakomodirnya,”pinta Wali Kota didampingi Sekdakot Samarinda Hero Mardanus Satyawan.

Sehingga jelas dia, jika tahun ini sudah terpilih dua pejabat eselon 4 yang bakal memimpin UPTD tersebut, setidaknya bisa langsung bekerja cepat menginventarisir jalan-jalan yang bakal berlubang untuk segera dianggarkan supaya bisa dilakukan perbaikan.

“Jadi dalam setahun bisa langsung  menganggarkan jalan-jalan yang berpotensi rusak supaya langsung segera diperbaiki. Contoh jika melihat aspal jalan yang usia teknisnya mulai merusak, sebelum berlubang segera langsung dibenahi. Begitu pun dengan jembatan kalau ada yang besinya mulai keropos atau ada yang berkurang segera diperbaiki, kalau warnanya sudah pudar segera dicat kembali,”pesannya.

Jadi tugas dan tanggung jawab dari UPTD pemeliharaan jalan nanti, kembali Wali Kota menegaskan bukan mengurusi jalan longsor atau melakukan semenisasi jalan baru, melainkan hanya merawat saja. Oleh itu agar bisa bekerja maksimal, ia meminta segera merapatkan secara teknis untuk penambahan personil di UPTD nanti, mengingat tugasnya nanti berdasarkan pembagian wilayah sehingga UPTD ini bisa memiliki koordinator di sepuluh Kecamatan, hal ini karena  luasnya kota Samarinda sehingga perawatan jalan harus bisa terpantau semua.

“Begitu pun untuk UPTD pemeliharaan drainase, pada prinsipnya pola kerjanya sama dengan pemeliharaan jalan. Dan jika UPTD ini sudah terbentuk maka tim swakelola atau tim hantu banyu yang tugasnya membersihkan drainase di perkotaan tanggung jawabnya sudah berada di bawah kendali  UPTD Pemeliharaan Drainase,” sebut Andi Harun.(kmf-smd)